Membantu Diagnosis Pada Gigi, Berapa Biaya Rontgen Gigi di Prodia?

Rontgen Gigi - rula.co.id

ternyata sama rumitnya seperti organ tubuh yang lain. Bahkan dalam beberapa kasus diperlukan pemeriksaan tambahan seperti rontgen untuk membantu menemukan masalah pada , mulut, dan rahang sang . Hasil rontgen bisa menunjukkan secara jelas lubang pada , yang tersembunyi seperti bungsu, hingga pengeroposan tulang yang tak terlihat. Dibandingkan rontgen thorax (dada) atau kaki, untuk rontgen biasanya relatif lebih murah.

Ada banyak dan di Indonesia yang menyediakan rontgen gigi dengan bervariasi. Misalnya saja di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi biaya pemeriksaan rontgen gigi berkisar antara Rp 90 ribuan hingga Rp 170 ribuan, kemudian di Lab Parahita biaya rontgen panoramic sekitar Rp 163 ribuan, dan biaya rontgen gigi di RS Premier Bintaro berkisar Rp 200 ribuan sampai Rp 375 ribuan.

Sayangnya di laboratorium ternama seperti Prodia hingga kini kabarnya belum menyediakan layanan rontgen gigi. Pada Oktober 2016 lalu sempat ada netizen yang menanyakan perihal biaya rontgen panoramic di akun Twitter Laboratorium Klinik Prodia. “Di Prodia apakah bisa rontgen gigi panoramic? Bisa info harganya?” tanya salah satu netizen.

Kemudian pihak admin Prodia menjawab, “Untuk rontgen panoramic mohon maaf saat ini belum tersedia di Prodia. Terimakasih,” demikian kata sang admin. Meski demikian pemeriksaan x-ray lainnya seperti rontgen thorax, lutut kaki bisa dilakukan di Lab Prodia. Sebagai informasi, biaya rontgen thorax di Prodia sekitar Rp 170 ribuan, sedangkan rontgen kaki Rp 200 ribuan.

Meski bisa membantu proses diagnosis, rupanya pemeriksaan rontgen gigi disebut-sebut dapat membawa dampak yang negatif untuk tubuh. Berdasarkan riset di Amerika Serikat tahun 2012 lalu, mereka yang sering menjalani rontgen pada gigi dinilai memiliki risiko lebih besar mengidap tumor pada kepala yang umum disebut meningioma. Sedangkan Michael Schulder, wakil ketua departemen bedah saraf dari Cushing Neuroscience Institute mengaku tak terkejut dengan temuan tersebut dan berharap pasien bisa berpikir berulang kali sebelum memutuskan untuk melakukan rontgen.

“Kemungkinan timbulnya tumor pada pasien gigi yang menjalani penyinaran masih rendah. Meskipun demikian, dokter gigi dan pasien harus mempertimbangkan lagi penyinaran yang terlalu sering setiap tahunnya, kecuali ada gejala pada gigi pasien yang benar-benar perlu penyinaran,” tandas Schulder, seperti dilansir Kompas.

Loading...