Meluruskan Rumor, Polri Tegaskan Tidak Memungut Biaya Untuk Sekolah Kepolisian

Sekolah Kepolisian - (Sumber: tribunnews.com)

Menjadi seorang polisi, mungkin menjadi salah satu cita-cita warga . Selama ini banyak rumor yang beredar, untuk masuk kepolisian seperti Akpol (Akademi Kepolisian) memerlukan biaya yang besar.

Namun, hal tersebut diluruskan oleh Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (AS SDM), Irjen Arief Sulistyanto. Beliau memastikan bahwa tidak akan memungut biaya sepeser pun bagi masyarakat yang berminat menjadi polisi.

“Saya berharap hilangkan rumor dan isu kalau selama ini masuk polisi bayar,” kata Arief di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta.

Ia menekankan kepada seluruh Karo SDM Polda agar dalam menjalankan proses rekrutmen dilakukan dengan baik, termasuk menghilangkan praktik korupsi, kolusi, konspirasi, dan nepotisme dalam perekrutan anggota Polri.

“Selama proses seleksi dan rekrutmen, agar dilakukan dengan sungguh-sungguh. Target menemukan anggota Polri yang berkualitas,” ucap Arief.

“Sudah banyak kejadian-kejadian yang berakibat kesalahan yang terjadi pada saat salah seleksi dan rekruitmen. Ada anggota yang melakukan mutilasi terhadap anaknya. Ternyata dia belum ada tes jiwa,” terang Arief.

Dalam kesempatan itu, ia bersama dengan jajaran Polda di seluruh Indonesia membacakan sumpah panitia seleksi anggota Polri. Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (AS SDM) tersebut berharap dengan adanya komitmen ini, proses rekruitmen dan seleksi calon anggota Polri dapat berjalan dengan semestinya.

“Kita harus bisa menjaring dan memilih calon-calon polisi berkualitas. Tidak terjadi penyimpangan baik dalam pemeriksaan kesehatan, tes jasmani dan tes-tes lainnya,” tambah Arief.

Mengenai bebas biaya dalam seleksi anggota kepolisian tersebut juga dikatakan oleh Kompol Teguh Joko Sriyono. “Sama sekali tidak dipungut biaya dan murni hasil kerja keras dan doa dari calon anggota polri,” tandasnya.

Persyaratan umum yang harus dipenuhi calon anggota kepolisian antara lain warga negara Indonesia (pria atau wanita), beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945, sehat jasmani dan rohani, usia minimal 18 tahun (saat dilantik menjadi anggota Polri).

Selain itu, calon anggota juga diwajibkan untuk tidak pernah dipidana karena melakukan kejahatan. Hal tersebut dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian dari Polres setempat.

Calon anggota juga wajib untuk lulus dan pembentukan anggota kepolisian. Mengenai persyaratan khusus, Anda dapat mengunjungi website resminya di penerimaan.polri.go.id.

Apabila Anda termasuk yang hafal Al Quran, Polda Jawa Tengah memberikan kesempatan bagi para santri untuk mendaftarkan diri menjadi anggota kepolisian RI. Mereka akan mendapatkan poin tambahan.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono. Ia mengatakan, nantinya bagi para santri penghafal Alquran akan mendapatkan pelatihan terlebih dahulu bersama pendaftar lain. Ia akan digembleng secara fisik dan mental agar bisa ikut bersaing dengan pendaftar Polri lainnya.

 

Loading...