Melonjaknya Harga Minyak jadi Senjata Penguatan Rupiah

Jakarta membukukan perolehan 10 poin plus pada penutupan spot hari ini (Kamis, 12/5). Garuda terpantau 0,08% ke level Rp 13.299 per dolar AS pada penghujung .
Gerak Rupiah yang perlahan namun pasti itu telah tampak sejak perdagangan sesi pertama dibuka. Rupiah awalnya dibuka menguat 38 poin pada level Rp 13.271/ pada perdagangan sesi I pagi ini.

Rangga Cipta, Ekonom Samuel Sekuritas memperkirakan pergerakan atas Dolar AS cenderung menguat seiring sentimen positif dan penguatan harga . Seperti diketahui, harga mentah kembali naik tajam pada perdagangan semalam akibat minyak di AS mengalami penurunan. Minyak jenis WTI Crude naik menjadi USD 46,02 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent Crude berada di posisi USD 47,35 per barel.

“Minyak mentah dunia yang menguat membuat Dolar AS terkoreksi terhadap sejumlah mata uang dunia,” kata Rangga dalam risetnya di Jakarta, Kamis (12/5).

Rangga menambahkan, pandangan optimis tentang penguatan nilai tukar Rupiah juga datang dari Standard & Poor’s (S&P) yang kabarnya telah memberikan peringkat layak investasi kepada Indonesia.

“Harapan tinggi diberikannya peringkat layak investasi oleh S&P membawa ketidakpastian bersamaan dengan kebijakan tax amnesty yang belum menemui titik terang. Hari ini, faktor global diperkirakan masih mendukung sentimen pelemahan Dolar sehingga ditambah dengan penguatan harga minyak mentah, Rupiah seharusnya bisa menguat,” papar Rangga.

Loading...