Melemah tipis, PDB dan Foreign Direct Investment diharapkan dapat selamatkan Rupiah

dolar-rupiahPosisi pagi ini ditransaksikan pada sesi pembukaan antarbank di Jakarta. Rupiah melemah sebesar 20 basis poin dari semula Rp 12.895 PerDolar Amerika menjadi Rp 12.915 perDolar Amerika. “Laju Rupiah pada awal minggu ini bergerak melemah pada sesi pagi. Meskipun pelemahan yang terjadi tidak terlalu parah, namun jika perekonomian tidak sesuai ekspektasi maka peluang tekanan lebih parah (terhadap Rupiah) masih cukup besar,” ujar Reza Priyambada, Kepala Riset NH Securities Indonesia.

Reza mengemukakan pula bahwa dalam waktu dekat ini, beberapa data ekonomi domestik akan dirilis salah satunya investasi asing langsung (foreign direct investment) dan PDB ( domestik bruto) kuartal pertama tahun diharapkan dapat meningkatan peluang Rupiah untuk menguat. Tambahnya, tekanan terhadap Rupiah seiring dengan kondisi pasar surat utang atau obligasi yang masih kurang kondusif menambah tekanan bagi Rupiah hingga masih terjebak pada area negatif.

Berkurangnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap Fed fund rate ( Bank Central AS) yang rencananya tidak diberlakukan dalam waktu dekat dapat menahan tekanan terhadap Rupiah. Data ekonomi Amerika Serikat yang masih berada di bawah ekspektasi dirasa cukup dapat menahan laju Amerika terhadap Rupiah, hal inilah yang dimanfaatkan pelaku pasar untuk mengakumulasi Rupiah.

Loading...