Melemah di Awal Dagang, Rupiah Nantikan Data Cadangan Devisa

rupiah - ekbis.sindonews.com

Jakarta dibuka melemah 3 poin atau 0,02 persen ke Rp 13.557 per AS di awal pagi hari ini, Jumat (8/12). Kemarin, Kamis (7/12) mata uang Garuda ditutup terdepresiasi 0,06 persen atau 8 poin ke level Rp 13.554 per AS usai diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.541 hingga Rp 13.557 per AS.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau naik tipis 0,08 persen menjadi 93,684 di akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB lantaran para pelaku masih optimis dengan kebijakan reformasi Amerika Serikat. Walau demikian, pembahasan terkait AS masih perlu melalui beberapa tahapan.

Departemen AS melaporkan pada pekan yang berakhir 2 Desember 2017, angka awal untuk klaim pengangguran awal musiman disesuaikan adalah 236.000, turun 2.000 dari tingkat minggu sebelumnya yang tidak direvisi sebesar 233.000. Rata-rata pergerakan 4 minggu berada di angka 241.500, turun 750 dari rata-rata pekan lalu yang tak direvisi sebesar 242.250.

Menurut Ekonom Bank Central Asia David Sumual, pelemahan rupiah diakibatkan karena faktor eksternal. David mengungkapkan bahwa dolar AS menguat lantaran memberikan respons positif terkait persetujuan senat terhadap rancangan kebijakan reformasi pajak Presiden Donald Trump. “Kalau reformasi pajak ini sukses, Fed funds rate bisa naik beberapa kali dalam waktu cepat di tahun depan,” ungkap David, seperti dilansir Kontan.

Pada akhir pekan ini, David memperkirakan jika sentimen reformasi pajak dan rencana kenaikan acuan akan mempengaruhi gerak sebagian besar mata uang, termasuk rupiah. Dari faktor domestik, apabila rilis data cadangan devisa memperlihatkan hasil yang positif, maka rupiah diperkirakan dapat menguat di pasar spot.

Analis Asia Tradepoint Futures Andri Hardianto berpendapat, fundamental dalam negeri yang stabil bisa berpotensi membuat nilai cadangan devisa Indonesia pada bulan November 2017 berpotensi untuk naik. Pada bulan Oktober 2017 lalu, nilai cadangan devisa Indonesia berada di angka USD 126,5 miliar.

Loading...