Masih Ilegal, Pedagang di Jakarta Diam-Diam Tetap Jual Ponsel Xiaomi BM

– Sejak beberapa tahun lalu vendor asal Tiongkok, Xiaomi sukses membanjiri pasar Indonesia. Namun beberapa bulan terakhir ketersediaan beberapa Xiaomi cukup langka di pasaran. Hal tersebut disebabkan karena adanya penyitaan ribuan unit Xiaomi ilegal di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Barangnya lagi susah,” ujar salah seorang pedagang hp di ITC Ambassador, Kuningan, Jakarta bernama Putra.

Padahal di ITC sendiri banyak orang yang tiap harinya menanyakan ketersediaan beberapa tipe ponsel Xiaomi seperti Redmi Note 2, Note 2 Pro, Note 3, atau Note 3 Pro. “Memang banyak yang tanya, tapi kami nggak mau jual. Kan barangnya belum ,” ujar pedagang bernama Nengsih.

Karena pembelian smartphone Xiaomi dilakukan secara tertutup, alhasil jual ponsel Xiaomi justru dinaikkan oleh para penjual. Misalnya saja untuk Redmi Note 2 Pro yang biasanya dibanderol dengan Rp 2,3 jutaan, kini seharga Rp 2,5 jutaan.

Di Indonesia sendiri, satu-satunya distributor resmi Xiaomi adalah Erajaya. Sementara itu ponsel Xiaomi yang masuk secara resmi ke Tanah Air baru tipe Mi 4i, Redmi Note, dan Redmi 2 saja. Padahal Xiaomi selama ini sudah banyak menelurkan baru. Kesempatan inilah yang akhirnya dimanfaatkan oleh para distributor non-resmi untuk menjual -produk black market Xiaomi.

Karena semakin menjamurnya penjualan ponsel-ponsel black market (BM) di pasaran, pun mengalami kerugian sampai Rp 15 miliar. Meski razia semakin ketat, 2 ponsel terbaru Xiaomi malah sudah beredar tanpa izin resmi di Jakarta. Kedua ponsel tersebut adalah Xiaomi Redmi 3s yang dijual dengan harga Rp 1,8 juta dan Xiaomi Mi Max harga Rp 3,5 juta.

Anda yang tinggal di Ibu Kota sudah dapat menemui ponsel-ponsel terbaru tersebut di ITC Roxy Mas, ITC Cempaka Mas, Mal Ambassador, PGC, dan ITC Depok.

Loading...