Masa Panen Berakhir, Harga Biji Kopi Kering 2018 Masih Fluktuatif

Biji Kopi Kering - wallpaper-coffee.blogspot.co.idBiji Kopi Kering - wallpaper-coffee.blogspot.co.id

termasuk andalan di . Namun biji kopi kering kerap mengalami fluktuasi sejak tahun 2017 lalu hingga tahun 2018 ini. Pada masa akhir tahun 2017 lalu, biji kopi kering robusta di Temanggung naik dari Rp 26 ribu per kg menjadi Rp 28 ribu per kg.

“Harga ini lebih tinggi dibanding tahun lalu yang berkisar Rp 24.000 hingga Rp 25.000 per kilogram,” jelas Pingin, kopi di Dusun Kedopokan, Desa Tlogopucang bulan September 2017 lalu, seperti dilansir KRJogja. Harga kopi kala itu menurutnya meningkat lantaran turun di kala cenderung meningkat.

Produksi kopi menurun karena ketika berbunga banyak curah hujan dapat mengakibatkan bunga membusuk atau rontok dan tidak jadi berbuah. “Ada beberapa petani yang tahun lalu mendapatkan panen hingga belasan ton, tapi saat ini hanya panen satu ton lebih sedikit sehingga penurunan hasil produksi turun drastis,” ungkap Pingin.

Sedangkan petani kopi lainnya bernama Ngilyati menuturkan jika masa panen kopi sudah selesai dan masih ada beberapa petani yang menjemur kopi yang merupakan buah kopi sisa yang berjatuhan di bawah pohon kopi.

Sedangkan pada bulan Desember 2017 lalu, harga jual biji kopi di tingkat petani Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu dilaporkan turun Rp 2.000 per kilogram. Menurut warga Desa Air Dingin, Kecamatan Sindang Kelingi, Halip, harga kopi bijian di tersebut sedang tidak stabil dan bisa naik atau turun dalam kurun waktu beberapa hari saja.

“Biasanya harga biji saat ini dibeli oleh para pengumpul yang masuk ke desa kami Rp 22.000 per kg, tapi sejak beberapa hari ini harganya turun menjadi Rp 20.000. Harga kopi ini turun karena para toke kopinya akan tutup pembukuan karena tahun 2017 akan berakhir,” tuturnya.

Meski harganya turun, akan tetapi petani kopi di daerah tersebut menurut Halip masih bersyukur karena harga jual kopi saat ini masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan beberapa tahun lalu. Tiap kali musim panen kopi antara Juni hingga November, Halip mengaku bisa menghasilkan 1,5 ton biji kopi kering yang jika dijual bisa mencapai harga Rp 30 juta.

“Buah kopi ini bisa saja lebih banyak dihasilkan jika saya rajin melakukan pemupukan. Tetapi karena usia sudah tidak memungkinkan lagi sehingga kebun kopinya saya biarkan tumbuh alami, dan hanya dilakukan pembersihan ranting maupun rumput saja,” tandasnya.

Berdasarkan dari penelusuran beberapa sumber di internet, harga biji kopi kering jenis Toraja saat ini dijual pada kisaran harga Rp 150-200 ribu per kg, jenis Robusta Lampung Rp 50.000 per 1/4 kg, Aceh Gayo Rp 140 ribu per kg, sedangkan Arabika Rp 150 ribu per kg, dan Robusta Rp 145 ribu per kg.

Loading...