Makanan & Minuman Jadi Bisnis Franchise Paling Bersinar Selama 2017

Bisnis Franchise - peluangusahabandung.comBisnis Franchise - peluangusahabandung.com

Jakarta waralaba alias franchise rupanya masih memiliki tempat di Indonesia. Bahkan omzet franchise bisa mencapai Rp 172 triliun per tahun dan berpotensi untuk 10% per tahun. Bisnis franchise juga telah menyerap tenaga kerja sekitar 90 ribu orang. Dari sekian banyak sektor bisnis waralaba yang ada, kuliner ( dan ), pendidikan, kecantikan, dan kesehatan menjadi sektor yang paling diminati.

Menurut Jenderal Dalam Negeri Kementerian (Kemendag) Tjahya Widayanti, hingga kini terdapat 700 waralaba dengan 25 ribu gerai yang tersebar di seluruh Indonesia. Dari sekian tersebut, sekitar 63% adalah bisnis franchise lokal dan sisanya adalah franchise asing. “Bisnis waralaba masih menjanjikan di Indonesia dan berpotensi terus berkembang,” tuturnya.

Sementara itu Anang Sukandar, Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) mengatakan bahwa dari ratusan sektor usaha franchise, kini hanya 10 sektor yang dianggap paling menjanjikan di dalam negeri tahun 2017 ini. Sektor tersebut terdiri dari kuliner, edukasi, retail dan perdagangan umum, salon dan spa, cleaning service dan binatu, kurir pengiriman, pertanian atau agribisnis, perbengkelan, perhotelan, dan properti. “Sesuai yang paling dibutuhkan sehari-hari, yaitu makanan dan minuman, lebih dari 50% ada di bidang ini,” tutur Anang.

Ada banyak pilihan bisnis franchise makanan yang mampu mendatangkan profit cukup menjanjikan. Misalnya saja seperti Tahu Jeletot Taisi yang merupakan tahu isi pedas dengan varian sayuran, ayam, dan sosis. Tahu yang cukup populer di Jabodetabek ini memiliki rata-rata laba bersih per bulan minimal Rp 3 juta. Menurut sang founder, Rosie Pakpahan, dengan kerjasama kemitraan sebesar Rp 15 juta, tingkat pengembaliannya hanya 6 bulan.

Tak hanya kuliner, bisnis lainnya seperti jasa laundry atau binatu juga cukup menjanjikan. “Sekarang sampai desa pun laundry bisa lebih dari 5 outlet,” ujar I Wayan Dipta, Deputi Bidang dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM.

Berbeda dari franchise makanan, franchise laundry memang membutuhkan paket yang relatif besar, berkisar antara Rp 114 juta hingga Rp 290 juta. Meskipun cukup mahal, keuntungan bersih yang didapat per bulan tentu saja cukup besar, bisa mencapai sekitar Rp 30 jutaan.

Loading...