Bukan WhatsApp, Orang Jepang Lebih Suka Pakai LINE & Yahoo!

Wanita sedang Menggunakan Aplikasi Chatting - www.shutterstock.comWanita sedang Menggunakan Aplikasi Chatting - www.shutterstock.com

TOKYO – Jika di Indonesia, WhatsApp menjadi aplikasi chatting dan Google merupakan pencarian paling banyak digunakan, beda cerita di Jepang. Di Negeri Sakura, LINE dan Yahoo! justru mendominasi kehidupan online, memenuhi sebagian besar dan masyarakat di sana.

Dilansir dari Nikkei, menurut ICT Research and Consulting, LINE digunakan oleh sekitar 81 persen internet di Negeri Matahari Terbit. Sementara, berdasarkan News Report yang dirilis Reuters Institute, portal Yahoo! Jepang dibaca lebih dari 50 persen pemakai internet di negaranya Doraemon setiap minggunya.

Yahoo! Jepang didirikan sebagai patungan antara induknya di AS dan penyedia jaringan seluler Jepang, SoftBank, pada tahun 1996 silam. Sumber pendapatan utamanya berasal dari portal Yahoo! Jepang dan anak perusahaannya, termasuk operator situs web perjalanan Ikyu dan bank online, Japan Net Bank.

Lalu, Yahoo! Jepang menjadi perusahaan induk dengan nama Z Holdings pada Oktober 2019. Namun, ia masih diwajibkan membayar royalti kepada pemilik Yahoo! AS, Verizon. Sebagian besar, operasinya terbatas pada bisnis domestik. Portal ini mencatat penjualan konsolidasi 954,7 miliar yen (8,78 miliar AS) pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2019 dan sudah mempekerjakan 6.515 orang.

Sementara itu, LINE didirikan sebagai unit platform online Korea Selatan, Naver, pada tahun 2000. LINE sendiri adalah aplikasi pesan paling populer di Jepang, dengan lebih dari 80 juta pengguna aktif bulanan. Produk ini diluncurkan pada 2011 setelah gempa bumi dan tsunami dahsyat menghancurkan Jepang dan orang-orang menghadapi kesulitan untuk menghubungi kerabat yang dicintai.

Bisnis lainnya termasuk layanan perbankan dan keuangan. Perusahaan mendirikan broker dengan Nomura Holdings pada 2018. Mereka mampu membukukan penjualan konsolidasi 207,1 miliar yen pada tahun fiskal yang berakhir Desember 2018 serta memiliki 2.269 karyawan pada April 2019. LINE mengalami rugi bersih 33,9 miliar yen pada kuartal ketiga antara Januari hingga September. Untuk bersaing dengan aplikasi lainnya, ia melakukan investasi besar, termasuk dalam mempromosikan layanan pembayarannya.

Jika operasi Z Holdings umumnya terbatas di negeri sendiri, LINE mampu menjadi lebih populer di beberapa luar negeri seperti Thailand, Taiwan, dan Indonesia. Thailand adalah utama LINE di kawasan Asia Tenggara dengan 45 juta pengguna aktif bulanan yang tercatat pada kuartal ketiga 2019 di negara berpenduduk 70 juta orang itu.

Loading...