Lima Perusahaan Besar di Jepang Berburu 300 Tenaga Perawat Asing

tenaga-perawat-asing

TOKYO – Lima yang bergerak di bidang penyediaan tenaga perawat, termasuk  kelompok Gakken dan Tsukui, akan mengambil lebih dari 300 peserta dari luar negeri saat memperluas on-the-job training untuk tenaga perawat asing di tahun ini. Sebelumnya, tenaga perawat asing datang melalui perjanjian kemitraan dengan Indonesia, Filipina, dan Vietnam dengan hanya diikuti 2.777 peserta selama hampir sembilan tahun hingga Oktober 2016 lalu.

Gakken Cocofump, bagian dari Gakken Holdings, berencana menerima sekitar 120 peserta program dari Myanmar, China, Filipina, dan lainnya pada tahun 2020 dan menempatkan mereka sebagai tenaga perawat dan layanan sehari-hari. Perusahaan juga sedang berencana membuka keperawatan di Myanmar pada tahun ini dan berharap dapat mempekerjakan orang Asia Tenggara sebagai staf.

Sementara, Benesse Style Care, yang mengoperasikan sekitar 300 rumah jompo nirlaba di Jepang, akan menerima sekitar 10 perawat asing di 2017 untuk membantu warga lanjut usia dengan tugas-tugas seperti memandikan atau makan. Adapun penyedia layanan harian Tsukui, akan menerima sekitar 150 peserta dari Vietnam mulai musim gugur, dengan rencana menempatkan mereka di rumah-rumah jompo.

Penyedia lainnya, Solasto, berencana untuk mengundang sekitar 20 peserta dari Vietnam, Filipina, dan China guna menugaskan mereka di layanan harian perusahaan dan rumah jompo. Nichiigakkan, Medical Group Care Service, asuransi Sompo Holdings, dan pemain besar lainnya juga sedang mempertimbangkan langkah serupa.

Tingkat populasi orang berusia lanjut di Jepang diperkirakan terus meningkat sehingga negara tersebut memerlukan setidaknya 380 ribu perawat pada tahun 2025 mendatang. Sebuah program yang bertujuan mentransfer keterampilan untuk tenaga kerja dari negara-negara berkembang sudah diluncurkan sejak tahun 1993 silam. Hingga Juni 2016, ada sekitar 210 ribu orang asing telah berpartisipasi dalam program ini.