Lepas dari Tekanan Global, Rupiah Menguat di Awal Pekan

rup

Indeks dolar AS yang melemah membawa angin segar bagi mata uang Garuda untuk bangkit pada awal pekan (19/12) ini. Seperti diwartakan Bloomberg Index, mengawali perdagangan dengan penguatan sebesar 28 poin atau 0,21% ke level Rp13.367 per dolar AS. Kemudian, pada pukul 08.35 WIB, spot kembali naik 19 poin atau 0,14% ke Rp13.376 per dolar AS.

Penguatan dolar AS memang mulai mereda setelah sempat tajam usai pengumuman inflasi AS yang naik tengah minggu lalu. The greenback melemah setelah mengambil keuntungan dari kenaikan baru-baru ini. Sebelumnya, indeks dolar AS memang sempat menyentuh level tertinggi 14 tahun di 103,320 di tengah keputusan menaikkan suku bunga acuannya.

“Dolar AS yang mulai melemah di akhir pekan lalu berpeluang mencegah pelemahan lanjutan rupiah di awal minggu ini,” jelas Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Saat ini, fokus pasar mulai beralih ke pertemuan Bank of Japan yang akan disimpulkan Selasa (20/12) besok.”

Hampir senada, Analis Pasar Uang Bank Mandiri, Rully Arya Wisnubroto, menilai bahwa melihat indikator , rupiah memang berpeluang menguat pada perdagangan hari ini. Namun, karena sekadar faktor , rupiah tersebut cuma bersifat sementara, apalagi kondisi AS saat ini positif. “Rupiah akan bergulir di rentang Rp13.300 hingga Rp13.430 per dolar AS,” katanya.

Sementara itu, Analis PT Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, mengatakan bahwa rupiah pekan ini sedang mencoba berbalik arah menguat, meski masih terbatas di tengah minimnya sentimen positif. “Rupiah akan bergerak di kisaran batas bawah atau support Rp13.525 per dolar AS dan batas atas atau resistance di level Rp13.375 per dolar AS,” tutur Reza.