Lebih Mudah, Bayar Biaya Denda Lewat E-Tilang Kini Tak Perlu Sidang

E-Tilang - news.liputan6.com

Jakarta – Untuk mempermudah , pihak kepolisian kini menerapkan penilangan secara atau e-tilang. E-tilang sendiri sudah mulai berlaku sejak akhir tahun lalu. Namun kepolisian mengungkapkan jika para pelanggar banyak yang keberatan karena harus membayar denda maksimal.

“Ini memang sedikit memberatkan bahwa pelanggar yang akan mendapatkan kemudahan dari aspek waktu harus menitipkan denda maksimal ke bank yang ditunjuk,” ujar Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakan Direktorat Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Budiyanto.

Berdasarkan info di situs PN Jakarta Barat, besaran biaya denda tilang jumlahnya bervariasi, antara Rp 50 ribu hingga Rp 300 ribu. Denda Rp 50 ribu biasanya dikenakan untuk pelanggar yang tak menggunakan helm. Namun ada pula pelanggar dengan kasus serupa yang dikenai denda maksimal Rp 250 ribu.

Denda tak memakai helm sesuai dengan peraturan dalam Pasal 291 ayat 2 UU Lalu Lintas dan Jalan yang berbunyi, “Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor yang membiarkan penumpangnya tidak mengenakan helm sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (8) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.”

Jika pengendara sepeda motor tak membawa Surat Izin Mengemudi (SIM) maka akan dikenai denda maksimal Rp 250 ribu. Demikian pula jika tak membawa STNK, maka berdasar UU yang berlaku denda untuk pengendara yang tidak membawa STNK adalah sebesar maksimal Rp 500 ribu.

Sedangkan untuk pelanggaran rambu-rambu lalu lintas seperti melanggar marka jalan, menerobos traffic light, putar arah tidak pada tempatnya, melawan arus, hingga parkir sembarangan dendanya berkisar mulai Rp 70 ribu hingga Rp 300 ribu.

Namun dengan adanya sidang tilang , para pelanggar tak perlu lagi hadir ke persidangan. “Kalau sebelumnya, peserta sidang harus datang ke ruang sidang. Selanjutnya hakim menjatuhkan putusan. Jika pelanggar lalu lintas yang menjalani sidang banyak, hakim akan menjadikan satu untuk sekali sidang. Tetapi sejak ada program ini, kerja hakim lebih efisien,” kata Ketua Pengadilan Negeri Kepanjen, Saut Maruli Tua Pasaribu.

“Pelanggar yang membayar lewat calo biasanya membayar denda tilang lebih tinggi. Namun dengan program online, maka tidak akan ada calo lagi. Setelah membayar denda tilang, pelanggar juga bisa langsung mengambil barang bukti pada hari itu juga,” tandasnya.

Loading...