Larang Anak Pergi ke Masjid, Orang Tua di Jerman Terancam Diadili

Orang tua remaja asal tidak bersedia membayar denda setelah tidak mengizinkan anaknya masuk masjid saat kegiatan karyawisata . Pihak orang tua merasa benar karena mengaku memiliki alasan ideologis terkait hal ini.

kejaksaan di Jerman Itzehoe tengah mengkaji apakah orang tua anak kelas tujuh ini harus hadir di pengadilan karena telah gagal membayar denda membolos setelah melewati kegiatan karyawisata ke masjid.

Jaksa Peter Muller-Rakow mengatakan bahwa orang tua siswa 13 tahun ini menolak mengizinkan anaknya bersama teman-teman sekelas berkunjung ke masjid di utara Jerman di Rendsburg pada 14 Juni 2016.

Orang tua tersebut kemudian didenda oleh otoritas setempat sebanyak 300 (sekitar Rp 4,3 juta) karena membiarkan anaknya membolos. Usai pasangan itu mengajukan banding, kasus dirujuk ke Muller-Rakow yang akan memutuskan apakah orang tua itu akan diadili atau tidak atas kasus ini.

Sang ayah membenarkan keputusannya dengan alasan ideologis lewat surat tertulis kepada sekolah yang dipublikasikan secara oleh pengacara , Alexander Heumann. Surat itu menekankan bahwa orang tua khawatir tentang keselamatan anak mereka dengan mengatakan, “Selama bertahun-tahun kita telah mendengar berita tentang kekerasan yang berhubungan dengan orang-orang .”

Orang tua tidak tergabung dalam kelompok agama manapun dan khawatir bahwa anak mereka mungkin bisa diindoktrinasi selama perjalanan. Pasangan itu mengatakan bahwa tidak ada satupun yang bisa memaksa untuk memasuki rumah ibadah.

Pihak kepala sekolah, Renate Fritzsche mengatakan jika tak ada pengecualian untuk peraturan yang diberlakukan di sekolah Jerman. “Kami juga memiliki anak-anak muslim dan orang tua muslim juga tahu bahwa tidak ada pengecualian,” ujarnya untuk menekankan bahwa anak-anak muslim juga harus mengikuti pelajaran renang dan pendidikan seks.

Menurut Fritzsche tujuan pendidikan adalah untuk mengajarkan anak-anak tentang lain sehingga mereka dapat berinteraksi dan mentolerir mereka. Islamofobia sendiri telah meningkat di Jerman yang mengambil sekitar 800.000 pengungsi yang sebagian besar muslim pada tahun 2015.

Loading...