Lanjutkan Penguatan, Rupiah Naik 8 Poin di Awal Perdagangan

rupiah - www.livetradingnews.comrupiah - www.livetradingnews.com

dibuka menguat 8 poin atau 0,06 persen ke posisi Rp 13.467 per AS di awal pagi hari ini, Kamis (4/1). Kemarin, Rabu (3/1) mata uang Garuda berakhir terapresiasi 0,29 persen atau 39 poin ke level Rp 13.475 per USD. Angka tersebut sekaligus mencatat apresiasi rupiah hingga 4 hari berturut-turut.

Di sisi lain, indeks dolar AS yang mengukur gerak the Greenback terhadap sejumlah mata uang terpantau naik. Di akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar berakhir naik 0,37 persen menjadi 92,122 karena didukung oleh sejumlah Amerika Serikat yang membaik.

Berdasarkan laporan Institute for Supply Management (ISM), kegiatan ekonomi Amerika Serikat pada sektor semakin ekspansif pada bulan Desember 2017 lalu. PMI Desember 2017 mencapai angka 59,7 persen atau mengalami kenaikan 1,5 persen dari bulan November 2017 sebesar 58,2 persen, melebihi perkiraan .

Sedangkan nilai pengeluaran konstruksi AS pada November 2017 diprediksi mencapai tingkat tahunan yang disesuaikan musiman sebesar 1.257 miliar dolar AS, naik 0,8 persen dari perkiraan Oktober 2017 yang telah direvisi.

Sementara itu, di tengah penantian pasar terkait rilis notulensi rapat Federal Open Market Committee (FOMC), rupiah tampaknya tetap mampu mempertahankan posisinya di pasar spot. Menurut Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri, investor mengharapkan para petinggi The Fed bisa memberi kejelasan terkait arah kebijakan moneter bank sentral AS tahun 2018. Terutama karena masa jabatan Gubernur The Fed Janet Yellen akan berakhir pada bulan Februari depan dan digantikan Jerome Powell.

“Ditambah lagi, pasar juga masih menanti beberapa data terkait sektor AS,” tutur Reny seperti dilansir Kontan. Dari sektor domestik, rilis data inflasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di awal bulan ini juga berhasil membuat rupiah menguat. Inflasi Desember 2017 dilaporkan berada di level 0,71 persen.

“Inflasi Desember yang ternyata cukup tinggi berdampak positif bagi pergerakan rupiah. Kalau dari eksternal sejak akhir tahun dollar AS memang sedang berada di bawah tekanan,” ungkap Analis Valbury Asia Futures Lukman Leong.

Loading...