Laba Anjlok 89%, Garuda Indonesia Terus Perluas Ekspansi Penerbangan

Garuda Indonesia - asia.nikkei.com

JAKARTA – Rabu (22/3) kemarin, mengumumkan bahwa keuntungan yang diperoleh maskapai tersebut anjlok hingga 89 persen sepanjang tahun . Namun, meski mengalami penurunan laba yang cukup drastis, bakal terus memperluas ekspansi, termasuk ke , AS, dan juga Rusia.

Sepanjang tahun 2016 kemarin, Garuda Indonesia hanya mampu membukukan laba bersih sebesar 8,1 juta AS, jauh dari tahun sebelumnya yang berhasil meraup 76,5 juta AS. Penurunan tersebut salah satunya disebabkan keputusan perusahaan membuka rute baru. Maskapai ini memang baru saja membuka rute yang menghubungkan Bali dengan beberapa kota di China, juga memulai ke Mumbai, India.

Di samping itu, penurunan laba juga imbas dari penurunan penghasilan dari tiket , dengan rata-rata tarif yang dibayar per mil sepanjang tahun 2016 hanya 6,2 sen AS di wilayah Asia Pasifik, jauh dari angka di tahun 2012 yang berada di 9,6 sen AS. Meski demikian, sepanjang tahun lalu, Garuda Indonesia mampu mencatatkan pertumbuhan sebesar 13 persen, dan perusahaan berharap peningkatan serupa terjadi pada tahun ini.

“Paruh pertama 2016 kami memang merugi akibat ekspansi. Tetapi, itu merupakan bagian dari strategi pertumbuhan yang harus ditempuh,” jelas Direktur Utama Garuda Indonesia, Arif Wibowo. “Di tahun 2017 ini, kami menargetkan mampu mencapai pertumbuhan penumpang sebesar 10 persen hingga 12 persen.”

Untuk mewujudkan target tersebut, Garuda akan meningkatkan pelayanan pada rute menuju wilayah Indonesia bagian timur. Sementara, untuk tujuan internasional, maskapai tetap fokus pada penerbangan ke China, meski perusahaan juga membuka rute ke AS dan juga Rusia. “Kompetisi berjalan sangat ketat selama lima tahun terakhir. Lalu lintas penumpang meningkat, tetapi ada tekanan besar pada hasil,” sambungnya.

Perusahaan milik negara ini juga bermaksud untuk meningkatkan batas tarif yang lebih rendah untuk penerbangan , seiring dengan meningkatnya bakar, guna mencegah perang . Sementara itu, GMF AeroAsia, yang menawarkan jasa pemeliharaan untuk pesawat, memiliki kinerja yang cukup baik sepanjang tahun lalu dengan memperoleh laba 57,7 juta dolar AS, atau naik hingga 60 persen.

Maskapai ini juga mendorong pertumbuhan bisnis kargo setelah pembentukan divisi khusus untuk kargo tahun lalu. Direktur cargo, Sigit Muhartono, mengatakan bahwa dia akan fokus pada perluasan pengiriman untuk hasil yang lebih tinggi. Garuda mampu mengirimkan 416 ton kargo sepanjang tahun lalu, meningkat 18 persen year-on-year.

Loading...