Kamis Sore, Rupiah Hijau Saat Aset Safe Haven Diburu

Mata Uang Rupiah - berita.baca.co.idMata Uang Rupiah - berita.baca.co.id

JAKARTA – ternyata mampu bangkit ke teritori hijau pada Kamis (8/8) sore, ketika aset saf haven semakin diburu seiring dengan langkah sejumlah bank sentral yang menurunkan acuan mereka. Menurut catatan Index pada pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda menguat 12 poin atau 0,08% ke level Rp14.213 per .

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.231 per AS, menguat 44 poin atau 0,31% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.275 per AS. Di saat yang hampir bersamaan, mayoritas mata uang juga bergerak naik melawan , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,46% menghampiri dolar Taiwan.

Dari , indeks dolar AS relatif bergerak lebih rendah pada hari Kamis, termasuk terhadap yen Jepang, menyusul keputusan bank sentral dengan penurunan suku bunga yang tinggi, yang meningkatkan daya tarik aset safe haven. Mata uang Paman Sam terpantau melemah tipis 0,009 poin atau 0,01% ke level 97,535 pada pukul 12.07 WIB.

Dilansir dari Reuters, dolar Selandia Baru dan dolar Australia mengembalikan sebagian besar pelemahan mereka dari sesi sebelumnya, meskipun analis mengatakan bahwa prospek jangka panjang keduanya tetap suram. Ini menyusul keputusan Reserve Bank of New Zealand yang baru saja menurunkan suku bunga acuan mereka dengan angka yang lebih besar daripada yang diperkirakan.

Ekspektasi pelonggaran moneter global sekarang membebani mata uang seperti dolar AS dan euro, sekaligus memberikan yen sebagai aset safe haven dengan dukungan lebih lanjut. Yen Jepang sedikit menguat ke posisi 106,185 terhadap dolar AS, setelah sebelumnya sempat menyentuh level 105,500 semalam, posisi terkuat sejak 3 Januari lalu.

“Apresiasi yen terhadap dolar AS mungkin telah melambat untuk saat ini, tetapi itu akan tetap bertahan dalam jangka panjang,” papar ahli strategi senior FX di IG Securities di Tokyo, Junichi Ishikawa. “Rekan-rekan lainnya, terutama mata uang antipodean, telah melemah parah dan ini memberikan dukungan keseluruhan kepada yen.”

Loading...