Rebound, Pagi Ini Kurs Rupiah Bertengger di Posisi Rp14.265/USD

Rupiah - tirto.idRupiah - tirto.id

Jakarta dibuka rebound alias menguat sebesar 11,5 poin atau 0,08 persen ke level Rp14.265 per AS di awal pagi hari ini, Rabu (7/8). Sebelumnya, Selasa (6/8), nilai tukar Garuda berakhir terdepresiasi 23 poin atau 0,16 persen ke posisi Rp14.278 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS dilaporkan naik 0,12 persen menjadi 97,6393 di tengah penurunan sejumlah mata uang safe haven, termasuk yen Jepang dan franc Swiss, usai bank sentral China mengatakan pada Selasa (6/8) bahwa pihaknya tak akan menggunakan mata uang sebagai alat untuk menyelesaikan konflik dagang.

Seperti dilansir Antara, valuta asing (valas) global beralih ke mode risk-off atau penghindaran risiko usai ancaman AS yang hendak memberlakukan tarif tambahan 10 persen terhadap barang-barang China senilai 300 miliar dolar AS mulai tanggal 1 September 2019 mendatang. Aksi AS yang melabeli China sebagai “manipulator mata uang” pada Senin (5/8) malam telah memicu pertentangan luas di komunitas global.

Sementara itu, pernyataan bank sentral China, People’s Bank of China (PBOC) pada Selasa (6/8) yang tak akan memakai mata uang sebagai alat untuk menyelesaikan sengketa perdagangan rupanya berhasil menenangkan pasar valas global, mengurangi permintaan untuk mata uang safe haven seperti yen Jepang dan franc Swiss.

Menurut Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri, pelemahan rupiah di perdagangan kemarin dipengaruhi oleh aksi devaluasi yuan yang dilakukan China. “Devaluasi yuan dikhawatirkan membuat perang dagang AS-China berkembang jadi currency war,” kata Reny, seperti dilansir Kontan.

Sementara itu, dari dalam negeri juga masih belum ada sentimen positif yang dapat menopang posisi rupiah di pasar spot. Terlebih karena pertumbuhan Indonesia yang hanya mencapai 5,05 persen pada kuartal II 2019. Hasil tersebut dianggap kurang memuaskan oleh para pelaku pasar.

Meski demikian, Reny berpendapat jika koreksi rupiah masih tergolong wajar. Apalagi karena ada beberapa mata uang lainnya yang terkoreksi lebih dalam dibanding rupiah, seperti won Korea dan rupee India. “Intervensi BI di pasar juga membuat pelemahan rupiah masih di bawah 1% pada hari ini,” ungkapnya.

Loading...