Dibuka Melemah Terhadap USD, Rupiah Balik Menguat dalam Sekejap

Rupiah - okezone.comRupiah - okezone.com

Jakarta dibuka melemah sebesar 11 poin atau 0,08 persen ke posisi Rp14.293,5 per AS di awal pagi hari ini, Kamis (2/7). Kemudian, rupiah berbalik menguat 19,5 poin atau 0,14 persen menjadi Rp14.263/USD. Kemarin, Rabu (1/7), Garuda berakhir terdepresiasi 17 poin atau 0,12 persen ke level Rp14.282 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS turun 0,3 persen ke angka 97,15 lantaran ekonomi Amerika Serikat yang secara umum solid serta perbaikan ekonomi Eropa yang mengurangi daya tariknya sebagai safe haven.

Menurut para analis, dolar AS masih berpeluang untuk naik karena kebangkitan kasus (Covid-19) dan potensi lockdown baru di sejumlah negara bagian AS dianggap sebagai hot spots. “Dalam ekonomi jasa-jasa seperti AS, mereka yang menghasilkan jumlah pekerjaan tertinggi adalah dalam bisnis kontak tinggi seperti restoran, bioskop, dan taman-taman pameran, yang saya pikir akan berhenti total,” ujar Boris Schlossberg, direktur pelaksana di BK Asset Management di New York, seperti dilansir Antara.

“Ada risiko yang signifikan untuk menutup beberapa negara bagian. Masih ada banyak aliran risiko, dan dolar bisa menjadi penerima aliran itu,” imbuhnya.

Pada Rabu (1/7), Federal Reserve juga merilis risalah pertemuan kebijakan terakhir dan menyatakan bahwa prospek ekonomi AS masih sangat tidak pasti serta menegaskan bahwa pemulihan ekonomi penuh tergantung dari virus yang berada di bawah kendali.

Menurut Analis PT Bestprofit Futures Agus Prasetyo, penyebaran virus corona masih jadi utama yang mengakibatkan keuangan global tidak stabil. “Sentimen pelaku dan data ekonomi yang membaik masih belum mampu mengangkat kinerja rupiah,” kata Agus, seperti dikutip dari Kontan.

Kemudian, rilis data ekonomi IHS Markit mengumumkan PMI manufaktur Indonesia bulan Juni 2020 ada di angka 39,1, naik dari bulan sebelumnya di posisi 28,6. Sedangkan Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, data inflasi periode Juni 2020 di angka 0,18 persen secara bulanan (mtm). Dengan demikian inflasi tahunan (yoy) ada di level 1,96 persen, di bawah kisaran target Bank Indonesia dari 2-4 persen, sehingga memicu ekspektasi pelonggaran moneter lebih lanjut.

Loading...