Kurs Rupiah Meningkat Tajam, Rupiah Memimpin

rupiah-banknotes-indonesia kembali menunjukkan kenaikan terbesar dalam kurun waktu 1 bulan selama 2 hari terakhir. Hal ini terjadi setelah Bank Sentral menaikkan biaya pinjaman dalam pertemuan luar biasa setelah Presiden Joko Widodo memotong .

Bank Indonesia meningkatkan acuan menjadi 7,75% dari semula 7,5% kemarin (18/11), perubahan ini merupakan yang pertama tahun ini. Menurut Nomura Holdings Inc dan Australia & New Zealand Banking Group Ltd, Inflasi dapat mencapai hingga 7% dalam beberapa bulan ke depan setelah Presiden menaikkan harga bersubsidi sebagai cadangan dana bebas negara untuk digunakan di daerah-daerah yang lebih produktif. “Rupiah sedang hari ini setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga,” kata Dariusz Kowalczyk, ahli strategi Hong Kong di Credit Agricole CIB.

Nilai tukar rupiah 0,1% menjadi Rp 12.135/USD setelah sempat menyentuh Rp 12.098/USD sebelumnya. Rupiah telah sejauh 0,6% sejak 17 2014.

“Keputusan Bank Indonesia untuk menaikkan suku bunga menggarisbawahi upaya untuk menjaga kredibilitas inflasi,” ujar analis Bank of America, Merrill Lynch, yang berbasis di Chua Hak Bin dan Claudio Piron.

Loading...