Kurs Rupiah Jatuh ke Posisi Terendah dalam 6 Tahun Terakhir

20140624_rupiah_afpPosisi turun ke tempat terendah sejak 6 tahun terakhir, hal ini dikarenakan adanya perbaikan ekonomi Amerika Serikat sehingga mempengaruhi permintaan akan Dolar Amerika, belum lagi didukung dengan adanya sinya dari Federal Reserve yang berencana untuk kembali menaikkan suku bunga pada tahun depan (2015).

turun sebanyak 0,2% sehingga ditutup pada Rp 12.299/USD, setidaknya hal inilah yang didapatkan dari data bank lokal. Sebelumnya Rupiah sempat menyentuh Rp 12.301/USD,dan hali ini menjadi level terendah sejak 3 2008.

Indeks Dolar mengklaim bahwa Dolar Amerika mengalami level kenaikan tertinggi sejak 2009 sehingga mengungguli 10 mata uang dominan lainnya. Hal ini semakin didukung dengan adanya kemunculan pengusaha asal Amerika Serikat yang menambahkan lebih dari 200.000 titik pekerjaan di bulan Oktober hingga lalu.

Setidaknya beberapa mata uang asia lainnya juga mengalami kemerosotan lebih parah dari Rupiah, yaitu Won Korea Selatan, Dolar Taiwan dan Ringgit Malaysia. “Rupiah saat ini sedang susul-menyusul dengan mata uang regional asia lainnya, hanya saja mata uang lainnya telah bergerak lebih rendah terhadap perputaran Dolar (Amerika),” kata Irene Cheung, analis valuta asing di Australia & New Zealand Banking Group Ltd di . “Pasar sedang menunggu pengumuman reformasi lebih lanjut setelah revisi harga bahan bakar subsidi dan beberapa hal yang belum jelas.”

Diketahui sebelumnya bahwa Presiden Joko Widodo menaikkan harga bahan bakar bersubsidi pada 17 November lalu, yang memicu terjadinya inflasi ke level tertinggi dalam 5 bulan terakhir. Indeks manufaktur Indonesia juga diketahui jatuh ke rekor terendah pada bulan November lalu, guna meredam prospek ekonomi yang diperluas pada kuartal terakhir oleh laju paling lambat sejak 2009.

Loading...