Selera Risiko Kembali Meningkat, Rupiah Bergerak Menguat di Pagi Hari

Rupiah - economy.okezone.comRupiah - economy.okezone.com

Jakarta – Nilai tukar mengawali perdagangan pagi hari ini, Rabu (8/4), dengan penguatan sebesar 20 poin atau 0,12 persen ke level Rp16.180 per dolar AS. Sebelumnya, Selasa (7/4), Garuda berakhir terapresiasi 212 poin atau 1,29 persen ke posisi Rp16.200 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS turun 0,81 persen jadi 99,92 lantaran selera risiko meningkat dengan ekspektasi bahwa langkah lockdown bisa memperlambat laju penyebaran di sejumlah .

Di sisi lain, pound sterling menguat sehari usai Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dipindahkan ke intensif karena virus corona yang memburuk. Menurut para analis, mata uang Inggris diuntungkan dengan meningkatnya selera risiko yang menahan pergerakan dolar AS. Kondisi Boris Johnson sendiri walaupun mengkhawatirkan, juga tidak mungkin berarti perubahan arah kebijakan pemerintah dalam menanggulangi virus corona.

“Terlepas dari berita sedih tentang PM Inggris Johnson, kematian di Inggris tetap relatif rendah dan melambat untuk hari kedua, meskipun puncaknya masih diperkirakan sekitar 10 hari lagi. Data frekuensi tinggi pada infeksi virus corona dan tingkat kematian terus stabil,” ungkap Kepala Strategi Mata Uang Global di Brown Brothers Harriman, Win Thin di New York, seperti dilansir Antara.

Tindakan oleh bank sentral untuk mempermudah pemilikan dolar AS yang tampak dalam beberapa minggu terakhir juga berhasil menenangkan . “Kami mengalami penurunan volatilitas yang bagus di seluruh valas dan ekuitas. Kami tahu bank-bank sentral telah melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam mengurangi ketegangan di dolar dan itu berlanjut,” papar Ahli Strategi Valas Societe Generale, Kenneth Broux.

Menurut Analis HFX Internasional Berjangka Ady Phangestu, rupiah masih akan melanjutkan penguatannya pada Rabu (8/4), terlebih karena dolar AS yang kini cenderung menurun. “Sehingga, penguatan rupiah bisa saja ke arah Rp16.000 per dolar AS atau Rp15.925 per dolar AS,” beber Ady, seperti dikutip dari Kontan.

Sentimen lainnya yang diprediksi memengaruhi gerak rupiah hari ini masih seputar perkembangan virus corona. Sementara ini seluruh Asia cenderung menghijau karena harapan kenaikan virus corona yang mulai melambat. Di Amerika Serikat pun menunjukkan perlambatan seiring pernyataan Presiden AS Donald Trump dalam menyikapi penyebaran corona.

Loading...