Pagi Ini Rupiah Tetap Perkasa Meski Dolar AS Sedikit Menguat

Rupiah - www.kaskus.co.idRupiah - www.kaskus.co.id

Jakarta dibuka menguat sebesar 5,5 poin atau 0,04 persen ke posisi Rp13.982,5 per AS di awal pagi hari ini, Kamis (19/12). Kemarin, Rabu (18/12), kurs mata uang Garuda berakhir terapresiasi 9 poin atau 0,06 persen ke level Rp13.988 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau sedikit menguat. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS naik 0,18 persen menjadi 97,400 bersamaan dengan imbal hasil surat utang Amerika Serikat, didorong untuk hari kedua berturut-turut oleh yang pada awal pekan ini. Adapun imbal hasil surat utang atau 10 tahun pemerintah AS naik sebesar 3,3 basis poin ke 1,922 persen.

“Perdagangan (valuta asing) sangat sepi di New York pada Rabu (18/12), meskipun (indeks dolar) berhasil mencapai tertinggi satu minggu di 97,47 di awal sesi. Tidak ada data untuk mendorong , meskipun imbal hasil obligasi pemerintah yang lebih kuat memberikan dukungan kepada dolar AS,” kata Direktur Pelaksana Analisis Mata Uang Global Action Economics, Ronald Simpson, seperti dilansir Antara.

Angka produksi industri AS naik pada November lantaran aksi pemogokan oleh pekerja General Motors Co telah berakhir. Kemudian rumah yang baru dibangun dan izin bangunan keduanya mengalami pertumbuhan lebih dari ekspektasi pasar pada November. Selain itu, lowongan pekerjaan pada Oktober juga melebihi prediksi, hal ini mengindikasikan jika pasar tenaga kerja AS tetap kuat.

Sementara itu, Reny Eka Putri, Ekonom Bank Mandiri mengungkapkan bahwa rupiah menguat berkat dorongan sentimen eksternal terkait kesepakatan dagang fase satu antara AS dengan China. “Sebenarnya tidak ada yang terlalu baru, jadi kalau kita lihat memang dari domestik sempat melemah lagi ketika defisit neraca perdagangan dirilis,” ujar Reny, seperti dilansir Kontan.

“Kalau kita lihat dengan kondisi yang saat ini, penguatan rupiah lebih didorong oleh faktor eksternal di mana terjadi kesepakatan dagang antara AS dan China. Jadi kita lihat dari adanya kesepakatan ini menimbulkan optimisme bagi investor bahwa perang dagang tidak akan berlarut-larut,” tandasnya.

Loading...