Rupiah Bertahan di Zona Hijau Meski Dolar AS Diburu Sebagai Aset Safe Haven

Rupiah - geotimes.co.idRupiah - geotimes.co.id

Jakarta mengawali pagi hari ini, Kamis (18/6), dengan penguatan sebesar 20 poin ke level Rp14.062,5 per dolar AS. Kemarin, Rabu (17/6), Garuda berakhir terapresiasi tipis sebesar 7 poin atau 0,05 persen ke posisi Rp14.083 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama menguat pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB. Kurs dolar AS terpantau naik 0,140 persen jadi 97,121 lantaran bukti lonjakan kasus (Covid-19) di sejumlah bagian Amerika Serikat dan Beijing mendorong investor untuk beralih ke aset-aset safe haven.

“Tingkat penghindaran risiko yang beragam, sebagian besar didorong oleh lonjakan kasus virus di beberapa negara bagian AS dan di Beijing, telah mendorong beberapa pembelian mata uang aman dolar,” kata analis di Action Economics, seperti dilansir Antara.

Keuntungan yang diraih dolar AS tertahan oleh sejumlah sentimen bullish usai Ketua Federal Reserve Jerome Powell dalam sambutannya di hadapan anggota parlemen AS berbicara antusias untuk bantuan pemerintah lebih lanjut dalam meningkatkan aktivitas domestik.

“Kami di perlu menjaga kaki kami tetap di atas gas sampai kami benar-benar yakin kami telah melalui ini, dan itulah niat kami, dan saya pikir Anda mungkin menemukan bahwa ada lebih banyak untuk Anda lakukan juga,” jelas Powell.

Kurs dolar AS berhasil pulih dari level terendah 3 bulan pekan lalu, namun prospek USD tampak lemah lantaran ekonomi AS mulai pulih dan indeks saham mengalami kenaikan. “Prospek dolar secara luas tetap negatif karena investor mengurangi beberapa taruhan lindung nilai risiko ekstrem di pasar, beberapa di antaranya membeli dolar,” ujar Ilan Solot, ahli strategi pasar mata uang di Brown Brothers Harriman.

Sementara itu, gerak rupiah cenderung terbatas karena risiko adanya gelombang dua Covid-19 di sejumlah negara termasuk Indonesia. “Selanjutnya, pelaku pasar akan mencermati keputusan (BI), pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan ini yang diperkirakan bakal memangkas suku bunga acuan untuk mendukung momentum pertumbuhan ekonomi membaik di kuartal III-2020,” kata Ekonom Bank Permata Josua Pardede, seperti dikutip dari Kontan.

Loading...