Rupiah Bertahan di Zona Hijau Meski Kisruh Soal Omnibus Law

Rupiah - bisnis.comRupiah - bisnis.com

Jakarta dibuka menguat sebesar 30 poin atau 0,17 persen ke posisi Rp14.680 per AS di awal pagi hari ini, Rabu (9/10). Kemarin, nilai tukar mata uang Garuda berakhir di angka Rp14.710 per USD atau sama seperti sebelumnya.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau sedikit berubah. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, indeks dolar AS bergerak di angka 93,60. Kurs dolar AS telah tergelincir dari level tertinggi dua bulan di posisi 94,75 pada 25 September 2020, namun telah bertahan pada kisaran ketat antara 93,33 hingga 93,90 pekan ini.

Para pelaku telah meningkatkan spekulasi bahwa calon dari Partai Demokrat, Joe Biden kemungkinan besar bakal memenangkan pemilihan Amerika Serikat pada tanggal 3 November 2020 mendatang, dan bahwa Demokrat juga berpeluang untuk memenangkan Senat.

Kemenangan Demokrat dinilai dapat membuat stimulus fiskal yang lebih besar lebih mungkin terjadi, sehingga dapat melemahkan dolar AS. “Secara keseluruhan, investor tampaknya lebih fokus pada peningkatan peluang kemenangan Biden dan apa yang mungkin menyiratkan stimulus setelah pemilihan,” ujar Marshall Gittler, kepala penelitian di BDSwiss, seperti dilansir dari Antara.

Sementara itu, menurut Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara, gerak rupiah pada perdagangan hari ini kemungkinan akan melemah tipis. “Faktornya karena sentimen negatif dari investor asing mencermati polemik omnibus law yang menimbulkan mogok produksi di berbagai kawasan industri,” ujar Bhima, seperti dikutip dari Kontan.

Bhima menambahkan, polemik yang berlangsung saat ini telah mengakibatkan para investor asing melakukan net sell atau jual bersih mencapai Rp8 triliun dalam kurun waktu seminggu terakhir. Di samping itu, investor asing pun tengah mencermati poin hak pekerja dan pasal yang berkaitan dengan lingkungan hidup di omnibus law. Sebelumnya, nilai tukar rupiah berhasil menguat tipis karena terbantu oleh penurunan indeks dolar AS sebesar 0,21 persen dalam sepekan terakhir ke posisi 93,6.

Loading...