Investor Tunggu Data Pekerjaan Bulanan AS, Rupiah Menguat di Awal Dagang

Rupiah menguat di awal perdagangan pagi hari ini, Jumat (7/8) - www.cnnindonesia.com

Jakarta – Nilai tukar rupiah dibuka menguat sebesar 30 poin ke angka Rp14.555 per dolar di awal perdagangan pagi hari ini, Jumat (7/8). Kemudian lanjut menguat 22,5 poin atau 0,15 persen menjadi Rp14.562,5/. Kemarin, Kamis (6/8), kurs mata uang Garuda berakhir terdepresiasi 35 poin atau 0,24 persen ke posisi Rp14.585 per .

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau sedikit menguat. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, indeks dolar AS naik tipis sebesar 0,1 persen menjadi 92,830 usai mencapai level terendah 2 tahun di awal sesi saat para sedang mencerna beragam tentang klaim pengangguran Amerika Serikat menjelang laporan payrolls ( penggajian) pada hari Jumat.

“Pasar sebagian besar hanya berkonsolidasi sedikit setelah pelemahan luar biasa yang kita alami akhir-akhir ini,” ujar Axel Merk, presiden dan kepala investasi di Merk Hard Currency Fund di Palo Alto, California, seperti dilansir Antara.

Para investor tertarik untuk mengetahui lebih lanjut terkait situasi ketenagakerjaan Amerika Serikat dalam laporan bulanan pada Jumat waktu setempat. “Data yang dapat membantu mengurangi tekanan pada dolar. Tetapi jika data memperburuk kekhawatiran tentang kerapuhan ekonomi AS, itu bisa memicu penurunan lagi untuk mata uang,” imbuh Joe Manimbo, ahli strategi pasar senior di Western Union Business Solutions.

Indeks dolar yang awalnya memangkas keuntungan pada Kamis akhirnya berfluktuasi usai data klaim pengangguran menunjukkan lebih sedikit warga AS yang mencari tunjangan pengangguran pekan lalu. Namun itu juga menunjukkan bahwa 31,3 juta orang menerima cek bantuan pengangguran pada pertengahan Juli 2020, yang mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja AS tengah stagnan.

Sementara itu, Analis HFX International Berjangka Ady Phangestu berpendapat bahwa rupiah berpeluang untuk menguat di akhir pekan ini. “Jika penguatannya berlanjut, rupiah bisa melanjutkan penguatan ke level Rp 14.366 per dolar AS, dengan rentang terhadap level resistance Rp 14.700 per dolar AS,” ucap Ady, seperti dikutip dari Kontan.

Pergerakan rupiah diperkirakan dipengaruhi oleh sikap investor yang menanti rencana AS untuk melakukan stimulus baru dalam mengatasi dampak pandemi (-19). Pasar pun optimis bahwa stimulus akan disepakati, termasuk mempertahankan tambahan tunjangan pengangguran.

Loading...