Pasar Nantikan Debat Trump vs Biden, Rupiah Melaju di Awal Dagang

Mata Uang Rupiah - berita.baca.co.idMata Uang Rupiah - berita.baca.co.id

Jakarta rupiah dibuka menguat sebesar 37,5 poin atau 0,26 persen ke level Rp14.857,5 per AS di awal perdagangan pagi hari ini, Rabu (30/9). Sebelumnya, Selasa (29/9), mata uang Garuda berakhir terapresiasi tipis 5 poin atau 0,03 persen ke posisi Rp14.895 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS turun 0,3 persen jadi 93,879 usai mencapai level tertinggi 2 bulan pada Jumat (25/9).

Penurunan dolar AS ini terjadi lantaran tengah mengkapitalisasi kenaikan baru-baru ini dan secara hati-hati melihat ke depan untuk debat pertama antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan penantang dari Demokrat, Joe Biden.

“Perdebatan sangat ditunggu karena semua ketegangan politik yang terjadi dan juga karena secara kedua kandidat memiliki visi yang berbeda untuk . Ada lebih banyak volatilitas di sisi daripada di sisi internasional. Sentimen juga sedikit lebih baik daripada di AS, jadi masuk akal jika investor menjauh dari dolar AS,” ungkap Juan Perez, pedagang mata uang senior, di Tempus Inc di Washington, seperti dilansir Antara.

Dolar AS juga menambah kerugian lantaran investor merasa sedikit lebih percaya untuk keluar dari mata uang safe haven usai data menunjukkan kepercayaan konsumen AS rebound lebih besar dari perkiraan pada September 2020, lantaran pandangan rumah tangga terkait tenaga kerja membaik.

Sementara itu, menurut Analis Asia Valbury Futures Lukman Leong nilai tukar rupiah hari ini berpotensi untuk melemah tipis. “Rupiah cenderung melemah, secara umum dolar AS masih cukup dominan sehingga rupiah akan sedikit tertekan,” ujar Lukman, seperti dikutip dari Kontan.

Lebih lanjut Lukman menambahkan, pasar kini tengah menanti rilis data ekonomi dari Amerika Serikat seperti domestik bruto (PDB) dan non-farm payroll. Hingga data ekonomi itu dirilis, gerak rupiah diprediksi cenderung terbatas.

Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail berpendapat sebaliknya, rupiah justru berpeluang untuk kembali menguat di perdagangan hari ini. Sedangkan indeks dolar AS akan cenderung melemah. Dengan ketidakpastian dan potensi pelemahan indeks dolar AS, rupiah menurut Ahmad akan diuntungkan dan berpotensi untuk menguat.

Loading...