Stimulus AS Bakal Disahkan, Rupiah Dibuka Menguat Tipis Kemudian Berbalik Melemah

Rupiah - republika.co.idRupiah - republika.co.id

Jakarta – Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan pagi hari ini, Kamis (25/2), dengan penguatan tipis sebesar 2,5 poin atau 2 persen ke posisi Rp14.082,5 per dolar AS. Kemudian, rupiah berbalik melemah 2,5 poin atau 2 poin ke Rp14.087,5/USD. Sebelumnya, Rabu (24/2), Garuda berakhir terapresiasi 7,5 poin atau 0,05 persen ke level Rp14.085 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS tergelincir 0,07 persen jadi 90,058 setelah pidato bernada dovish dari Ketua Jerome Powell yang telah meningkatkan taruhan pada reflasi dan kekhawatiran .

Pada Rabu (24/2) Powel mengatakan jika AS akan tetap rendah dan Federal Reserve akan terus membeli untuk mendukung ekonomi Amerika Serikat. “ tetap berada di jalurnya telah memperkuat optimisme dalam prospek ekonomi, meningkatkan mata uang yang terkait erat dengan pertumbuhan . Sementara dolar telah kehilangan kekuatannya, penurunannya telah diperlambat oleh peningkatan imbal hasil obligasi ,” jelas Joe Manimbo, analis senior di Western Union Business Solutions, seperti dilansir Antara.

Di samping itu, Powell menyampaikan bahwa kenaikan inflasi dan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat masih jauh dari yang diharapkan. “Sangat penting untuk membuat penilaian apakah reflasi berubah menjadi reflasi berlebih yang kemudian berubah menjadi inflasi,” imbuh Alan Ruskin, kepala strategi internasional di Deutsche Bank.

Menurut Head of Economics Research Pefindo Fikri C. Permana, komentar The Fed itu masih akan menunjang penguatan rupiah hingga hari ini. “Dari DPR AS ada sinyal stimulus akan disahkan, likuiditas dolar AS berpotensi bertambah dan rupiah bisa menguat,” beber Fikri, seperti dikutip dari Kontan.

Pihak Kongres AS diprediksi melakukan voting pengesahan paket stimulus senilai 1,9 triliun dolar AS pada Jumat (26/2). Tetapi, untuk jangka panjang, pengesahan stimulus AS akan membuat inflasi AS naik. Dampaknya, The Fed berpotensi lebih cepat dalam melakukan normalisasi dengan meningkatkan suku bunga acuannya. Apabila hal itu memang benar terjadi, maka rupiah berpotensi untuk kembali melemah.

Loading...