Rupiah Berhasil Rebound Meski Dolar AS Sedang Melambung

Rupiah - www.covesia.comRupiah - www.covesia.com

Jakarta rupiah dibuka menguat sebesar 10 poin atau 0,07 persen ke level Rp14.775 per di awal perdagangan pagi hari ini, Rabu (23/9). Sebelumnya, Selasa (22/9), Garuda berakhir terdepresiasi 85 poin atau 0,58 persen ke posisi Rp14.785 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS dilaporkan naik 0,39 persen menjadi 93,935 usai salah satu pejabat membuat pernyataan bernada hawkish dengan menyebutkan prospek kenaikan , sehingga memperkuat investor yang sedang dalam suasana menghindari risiko (risk-off).

Dalam pertemuan virtual Forum Resmi Moneter dan Lembaga Keuangan (OMFIF) berbasis di London, Presiden Fed Chicago Charles Evans mengungkapkan bahwa Amerika Serikat mempertaruhkan pemulihan yang lebih lama dan lebih lambat, apabila bukan resesi langsung, tanpa paket dukungan fiskal yang lain.

Evans, yang akan jadi pemilih di Komite Terbuka Federal (FOMC) yang mengatur kebijakan pada 2021, menuturkan The Fed masih perlu membahas target rata-rata yang baru tetapi dapat mulai menaikkan suku bunga sebelum memulai (target ) rata-rata 2,0 persen. Selain itu, pelonggaran kuantitatif tambahan mungkin tak lagi memberi dorongan untuk ekonomi Amerika Serikat.

“Yang kami dengar dari The Fed selama beberapa bulan terakhir adalah kami tidak akan menaikkan suku bunga kapan pun di masa mendatang. Kemudian Evans masuk dan menantang narasi itu, sehingga pasar menjadi lengah,” ujar Erik Nelson, ahli strategi makro di Wells Fargo Securities di New York, seperti dilansir Antara.

Dari dalam negeri, Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuabi memprediksi rupiah akan cenderung bergerak negatif pada hari ini. “Sentimen utamanya karena eksternal, khususnya terkait skandal pasar keuangan global dan pertemuan Federal Reserve,” ujar Ibrahim, seperti dikutip dari Kontan.

Senada, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara memprediksi rupiah akan kembali tertekan di perdagangan hari ini. “Pelemahan rupiah karena respons pasar atas proyeksi Menkeu, bahwa ekonomi Tanah Air dipastikan resesi tahun ini,” tandasnya.

Loading...