Rupiah Berhasil Rebound Meski Harapan Kesepakatan Dagang AS-China Tipis

Rupiah - www.beritamoneter.comRupiah - www.beritamoneter.com

Garuda dibuka menguat sebesar 5,5 poin atau 0,04 ke level Rp14.085 per AS di awal pagi hari ini, Rabu (20/11). Sebelumnya, Selasa (19/11), kurs berakhir terdepresiasi 12 poin atau 0,9 persen ke posisi Rp14.091 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sejumlah mata uang utama terpantau sedikit menguat. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS dilaporkan naik tipis sebesar 0,05 persen. Dolar AS sendiri sudah menurun 0,6 persen selama tiga sesi perdagangan terakhir. Penurunan dolar AS itu akibat berlanjutnya ketidakjelasan terkait pembahasan perdagangan antara AS dan China, sehingga mengakibatkan investor cenderung berhati-hati.

“Itu semua datang pada ketidakpastian perdagangan,” ujar Juan Perez, pedagang valuta asing senior dan ahli strategi di Tempus Inc, seperti dilansir CNBC melalui Antara. Ekspektasi terkait kesepakatan dagang fase satu antara AS-China meningkat untuk mengurangi perang dagang selama 16 bulan mereka. Namun harapan itu memudar pada Senin (18/11) usai China menyatakan pesimis terkait adanya kesepakatan dengan AS.

AS sendiri akan menaikkan impor China apabila tak ada kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang. Pernyataan AS Donald Trump tersebut mengancam meningkatnya eskalasi perang dagang yang telah merusak pertumbuhan di seluruh dunia.

Perez menambahkan, dolar AS masih tertolong oleh data ekonomi AS baru-baru ini. Meski demikian, dolar AS mungkin berada dalam beberapa kelemahan. “Bank-bank sentral tidak dapat memberikan insentif untuk saham lebih tinggi, sehingga selera-risiko berkurang dan uang dapat terus turun berdasarkan fakta bahwa ekonomi Amerika memang lebih lambat dan kemampuan Fed untuk memuaskan siapapun dipertanyakan,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengungkapkan jika terus mengamati perkembangan pertemuan antara Trump dengan Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell, di tengah kritik berulang Donald Trump terkait langkah yang dianggap kurang cukup menurunkan suku bunga.

“Dari dalam negeri, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang memangkas bunga penjaminan sebesar 25 bps menjadi 6,25 persen untuk simpanan rupiah di bank umum juga telah menjadi sentimen penggerak mata uang rupiah,” ujarnya, seperti dilansir Bisnis.

Loading...