Dolar AS Menguat Berkat Data Ekonomi Positif, Rupiah Tergelincir di Pagi Hari Ini

Rupiah - www.liputan6.comRupiah - www.liputan6.com

Jakarta rupiah mengawali pagi hari ini, Rabu (2/9), dengan pelemahan sebesar 32,5 poin atau 0,22 persen ke posisi Rp14.605 per AS. Sebelumnya, Selasa (1/9), Garuda berakhir terdepresiasi 10 poin atau 0,07 persen ke level Rp14.572,5 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS dilaporkan naik 0,21 persen ke angka 92,3572 lantaran para pelaku kini tengah mencerna sejumlah data Amerika Serikat yang baru saja dirilis.

Seperti dilaporkan oleh Xinhua, Greenback menguat usai data menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di sektor AS mengalami pada bulan lalu. Menurut laporan dari ISM pada Selasa (1/9), indeks manufaktur Amerika Serikat naik jadi 56 pada bulan Agustus 2020, meningkat dari 54,2 pada Juli 2020.

Angka itu sekaligus menjadi level tertinggi dari bulan Januari 2019 dan menandai pertumbuhan dalam 3 bulan berturut-turut. Menurut para ekonom yang telah disurvei oleh Marketwatch memprediksi indeks menjadi total 54,9 persen. Angka di atas 50 persen menandakan adanya ekspansi pada sektor tersebut, demikian seperti dilansir dari Antara.

Di sisi lain, rupiah diperkirakan masih akan konsolidasi pada perdagangan hari ini karena dipengaruhi oleh sentimen Federal Reserve yang terus memertahankan suku bunga acuan. Menurut Research & Development ICDX Nikolas Prasetia, sampai perdagangan kemarin sentimen masih fokus pada gerak dolar AS. Hal tersebut karena pasar masih melihat The Fed masih menahan suku bunga acuannya di level rendah usai pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell pekan lalu.

“Untuk perdagangan Rabu (2/9), sentimen masih sama yakni menyerap peluang tingkat suku bunga AS yang dipertahankan,” ujar Niko, seperti dilansir Kontan. Dengan demikian, ia menilai pelaku pasar mungkin mulai mengambil langkah wait and see sambil menunggu rilis data ekonomi penting dari AS akhir pekan ini. Sedangkan dari dalam negeri, fokus masih terpusat pada perkembangan kasus -19 yang terus menanjak dan belum adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) lagi.

Loading...