Pasar Optimis dengan Upaya Pemerintah Atasi Covid-19, Kurs Rupiah Dibuka Menguat

Rupiah - mappijatim.or.idRupiah - mappijatim.or.id

Jakarta dibuka menguat sebesar 25 poin atau 0,18 persen ke posisi Rp14.065 per dolar AS di awal perdagangan pagi hari ini, Rabu (17/6). Sebelumnya, Selasa (16/6), Garuda berakhir terapresiasi 25 poin atau 0,18 persen ke level Rp14.090 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS naik 0,5 persen jadi 97,019 usai dilaporkan adanya rekor kenaikan ritel Amerika Serikat pada Mei 2020 usai penurunan dua bulan berturut-turut. Hal ini sekaligus memperbesar keyakinan bahwa hal yang terburuk untuk AS mungkin akan segera berakhir.

penjualan ritel mengikuti awal bulan ini yang menunjukkan bahwa AS telah berhasil menciptakan 2,5 juta pekerjaan tidak terduga pada awal Mei 2020. Akan tetapi, Ketua Jerome Powell menghapus sejumlah ekspektasi cerah pada Selasa (16/6) saat ia menggambarkan hal yang suram dari ekonomi AS usai pandemi Covid-19. Powell tak membuat reli USD berhenti, sebab komentarnya justru mendukung daya tarik mata uang safe haven.

“Powell terdengar sangat negatif di sini. Saya pikir dia realistis. Dolar AS memperoleh sedikit kenaikan hanya karena ketidakpastian yang disebutkan Powell. Sepertinya para pejabat moneter sedang bersiap untuk resesi yang lebih lama bagi ekonomi AS,” ujar Juan Perez, pedagang mata uang di Tempus Inc di Washington, seperti dilansir Antara.

Pada Selasa (16/6) dilaporkan bahwa penjualan ritel AS naik 17,7% pada bulan lalu, kenaikan terbesar sejak pemerintah mulai melacak data tersebut tahun 1992. Data bulan April yang direvisi menunjukkan rekor penurunan penjualan sebesar 14,7% dari sebelumnya 16,4%.

Sementara itu, Analis HFX International Ady Phangestu menjelaskan bahwa dari segi fundamental gerak rupiah berpeluang untuk lanjut menguat. Hal itu didukung dengan optimisme pasar terhadap kebijakan pemerintah dalam menangani . “Faktor utama rupiah terus menguat, lebih didorong banyaknya utang yang diambil pemerintah melalui penerbitan obligasi,” ujar Ady, seperti dikutip dari Kontan.

Loading...