Rupiah Rebound di Tengah Munculnya Harapan Vaksin Covid-19

Rupiah - tandichen.blogspot.comRupiah - tandichen.blogspot.com

Jakarta – Nilai tukar mengawali pagi hari ini, Kamis (16/7), dengan penguatan sebesar 27,5 poin atau 0,19 persen ke level Rp14.560 per AS. Kemarin, Rabu (15/7), kurs Garuda berakhir terdepresiasi cukup dalam sebesar 137 poin atau 0,95 persen ke posisi Rp14.587 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS terpantau anjlok 0,09 persen menjadi 96,070 di tengah adanya harapan yang menjanjikan dari Covid-19 yang membuat ekuitas rebound dan mata uang komoditas menguat. Hal ini pula yang menyebabkan dolar jatuh ke level terendah 1 bulan di angka 95,770.

“Pelemahan dolar AS sekali lagi dikaitkan dengan latar belakang risiko, yang membuat saham dan imbal hasil naik, mendorong pelepasan posisi safe-haven dolar AS. Lonjakan pengambilan risiko datang menyusul berita bahwa vaksin COVID eksperimental Moderna terlihat menjanjikan,” demikian pendapat para analis di Action Economics, seperti dilansir dari Antara.

Sementara itu, rupiah diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dalam perdagangan hari ini. Gerak rupiah masih akan dipengaruhi oleh sentimen eksternal. Menurut Ekonom Bank Central (BCA) David Sumual, melemahnya rupiah didominasi oleh banyaknya berita negatif dari eksternal. Misalnya saja kabar Singapura yang disebut-sebut mengalami resesi, sampai di Eropa dan Amerika Serikat yang lesu.

“Angka inflasi AS juga sangat rendah, ditambah lagi ketegangan antara Negeri Paman Sam dan Negeri Tirai Bambu masih memanas. Di sisi lain, kasus Covid-19 juga masih terus bertambah,” ujar David, seperti dikutip dari Kontan.

Meskipun data neraca dagang bulan Juni 2020 masih surplus, David menilai hal itu masih belum cukup kuat untuk menopang laju penguatan mata uang rupiah. Terlebih karena aktivitas juga mulai mengalami pertumbuhan, sehingga permintaan terhadap dolar AS dalam negeri pun meningkat yang sekaligus ikut membuat rupiah melemah. “Rupiah diperkirakan masih akan melemah tipis, dengan dominasi sentimen negatif dari eksternal,” jelas David.

Loading...