Dolar AS Naik Usai Pidato Powell, Rupiah Kembali Terpuruk di Pasar Spot

Rupiah - aceh.antaranews.comRupiah - aceh.antaranews.com

Jakarta – Kurs rupiah dibuka melemah sebesar 12 poin ke posisi Rp14.091 per AS di awal pagi hari ini, Kamis (14/11). Kemudian rupiah lanjut melemah 9 poin atau 0,06 persen ke angka Rp14.087,5 per USD. Kemarin, Rabu (13/11), nilai tukar Garuda berakhir terdepresiasi 0,18 persen ke level Rp14.079 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau sedikit menguat. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS naik 0,06 persen menjadi 98,3778 lantaran para pelaku masih mempertimbangkan kesaksian Ketua Jerome Powell.

Pada Rabu (13/11), Powell mengungkapkan bahwa sikap kebijakan moneter saat ini kemungkinan masih tepat selama Amerika Serikat tetap berada di jalurnya. “Kami akan memantau dari tindakan kebijakan kami, bersama dengan lain yang berhubungan dengan prospek, saat kami menilai jalur yang tepat dari kisaran target untuk suku bunga dana federal,” ujar Powell seperti dilansir Antara. Memperhatikan kebijakan tidak pada jalur yang telah ditentukan, akan merespons sesuai jika perkembangan yang muncul menyebabkan penilaian kembali atas pandangan .

Di sisi lain, rupiah masih melemah karena pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait progres kesepakatan dagang dengan China yang tidak sesuai dengan harapan pasar. Menurut Analis Monex Investindo Faisyal, koreksi rupiah terjadi akibat kekecewaan pasar dengan pernyataan Trump yang tak memberi informasi detail terkait dimana dan kapan kesepakatan dagang dengan China akan ditandatangani.

“Apalagi, Trump juga menekankan apabila kesepakatan yang dilakukan tidak menguntungkan Negeri Paman Sam, Trump tidak akan menyetujui kesepakatan dan akan menaikkan tarif kembali,” ungkap Faisyal, seperti dikutip dari Kontan.

Pernyataan itulah yang membuat rupiah kembali melemah di pasar spot. Pada perdagangan hari ini rupiah diprediksi akan kembali tertekan, apalagi jika rilis data inflasi AS mencatatkan data yang positif sesuai harapan pasar. Selain itu juga akan ada pernyataan dari Gubernur The Fed Jerome Powell terkait kondisi ekonomi AS saat ini dan arah suku bunga AS ke depan.

Loading...