Kurs Euro Terjun 1% terhadap Dolar AS pasca Brexit

Kursrupiah.net – Senasib dengan Pound yang terjun bebas ke level terendah dalam 31 tahun terakhir, Euro yang juga tengah berada di bawah tekanan seketika 1% di level US$1,0997/EUR pada Jumat (27/6), pijakan terendah di 3 bulan terakhir. Meski begitu, Euro masih dimungkinkan merangkak naik hingga kembali ke level US$1,0912/EUR.

Dampak memunculkan banyak gejolak di ekuitas, komoditas dan obligasi . Mood terlihat sangat ‘bearish’ setelah mendeklarasikan diri untuk keluar dari Uni Eropa, menciptakan gelombang kejut di seluruh global.

“Fokus saat ini jatuh pada Eropa, di mana Brexit bisa menimbulkan efek domino dari negara yang ingin meninggalkan perserikatan. Sementara hal ini dibicarakan, perhatian utama pasar tertuju pada ketidakpastian politik di Eropa yang mengarah pada kelumpuhan moneter dan kebijakan , “ ujar analis forex di IG Securities Tokyo, Junichi Ishikawa.

Selanjutnya, ada Pemilu Spanyol yang hasilnya menggantung untuk kedua kalinya dalam enam bulan, sehingga menambah suasana kegamangan di kancah politik Eropa.

“Adapun pound, masih berpotensi untuk mengukir level terendah baru. Mata uang ini bisa jatuh lebih parah karena Bank of England berencana memangkas suku bunga untuk mendukung perekonomian Inggris pasca Brexit,” lanjut Ishikawa.

Banyak ekonom memperkirakan, Brexit akan memangkas pertumbuhan Inggris secara signifikan. Dalam waktu setahun ke depan, Goldman memprediksi Inggris akan memasuki masa resesi ringan akibat penurunan aktifitas perdagangan, investasi, fluktuasi nilai tukar, dan penurunan nilai aset berisiko.

Loading...