Kurs Asia Kompak Loyo, Rupiah Berakhir Merah

Rupiah - www.republika.co.idRupiah - www.republika.co.id

JAKARTA – praktis tidak mampu bergerak ke zona hijau sepanjang perdagangan Kamis (6/12) ini, seiring pergerakan kurs Asia, di tengah kekhawatiran mengenai prospek pertumbuhan global. Menurut Index pada pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda ditutup melemah 117 poin atau 0,82% menuju level Rp14.520 per .

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.507 per dolar , terdepresiasi 124 poin atau 0,86% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.383 per dolar . Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia juga takluk versus greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,97% menghampiri rupiah, disusul rupee India yang turun 0,7%.

Dari global, sebenarnya indeks dolar AS juga bergerak lebih rendah pada hari Kamis, di tengah lonjakan dalam penghindaran risiko, karena masih mengkhawatirkan pertumbuhan global dan kesuksesan negosiasi AS-China. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,045 poin atau 0,05% menuju level 97,025 pada pukul 11.11 WIB.

Dikutip dari Reuters, pasar ekuitas global telah terguncang dan dolar AS telah jatuh pada pekan ini, setelah inversi di bagian kurva imbal hasil Treasury AS, yang memicu kekhawatiran pasar mengenai pertumbuhan dunia. Indeks MSCI terluas dari Asia Pasifik di luar Jepang melemah 0,2%, sedangkan Nikkei Jepang kehilangan 1%.

Selisih antara imbal hasil Treasury AS dua-tahun dan lima-tahun terbalik minggu ini dan spread dua-tahun/10 tahun bergerak paling datar dalam lebih dari satu dekade, di tengah penurunan tajam dalam imbal hasil jangka panjang. Kurva datar dipandang sebagai indikator ekonomi yang melambat, sedangkan penurunan imbal hasil jangka panjang menunjukkan bahwa pasar melihat pelemahan ekonomi di depan.

“Dolar AS bisa tetap di bawah tekanan sampai pertemuan pada pertengahan bulan karena imbal hasil Treasury jangka panjang mungkin tidak dapat rebound sampai pasar melihat sikap kebijakan bank sentral,” tutur ahli strategi senior FX di IG Securities di Tokyo, Junichi Ishikawa. “Reaksi baru-baru ini terhadap inversi kurva yield AS tampak sedikit mengejutkan, tetapi dolar AS tidak akan diberikan tanda yang jelas sampai pertemuan Federal Reserve.”

Loading...