Korelasi Imbal Hasil dan Dolar Sedang Turun, Rupiah Ditutup Menguat

rupiah-menguat.11

Setelah bergerak , berhasil menutup Selasa (14/11) ini di zona hijau ketika korelasi indeks AS dan imbal hasil Paman Sam sedang turun. Menurut Index pukul 15.59 WIB, mata uang NKRI mengakhiri hari ini dengan penguatan super tipis sebesar 1 poin atau 0,01% di posisi Rp13.551 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah harus melemah 9 poin atau 0,07% di posisi Rp13.552 per dolar AS pada penutupan dagang Senin (13/11) kemarin. Kemudian, pagi tadi mata uang Garuda mampu rebound dengan dibuka tipis 1 poin atau 0,01% ke level Rp13.551 per dolar AS. Sepanjang transaksi hari ini, spot bergerak di kisaran Rp13.531 hingga Rp13.566 per dolar AS.

Dari , indeks dolar AS sebenarnya bergerak stabil pada perdagangan hari ini terhadap enam mata uang utama dunia dengan berada di level 94,499, dan naik sebesar 0,1% ke posisi 113,70 terhadap yen Jepang, berkat dukungan dari imbal hasil obligasi AS. Meski demikian, posisi greenback masih tetap berada di bawah level tertingginya dalam delapan bulan, yaitu 114,735 yang ditorehkan pada pekan lalu.

“Greenback mendapatkan dukungan dari imbal hasil obligasi AS, tetapi saya benar-benar terkejut bahwa hal itu tidak berjalan lebih tinggi, jadi mungkin korelasi antara imbal hasil dan dolar AS sedang turun,” ujar ahli strategi mata uang di Brown Brothers Harriman di Tokyo, Masashi Murata. “Namun, dengan The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada bulan depan, dolar AS bisa naik lebih tinggi dalam beberapa minggu ke depan.”

Saat ini, para investor tengah menunggu sebuah konferensi yang dilakukan pada Selasa waktu setempat, dengan kemungkinan bank sentral beberapa negara akan berbagi pemikiran terkait ekonomi global. Gubernur The Fed, Janet Yellen, Gubernur European Central Bank (ECB), Mario Draghi, Gubernur Bank of Japan, Haruhiko Kuroda, dan Gubernur Bank of England, Mark Carney akan membentuk panel pada konferensi yang dilaksanakan oleh ECB di Frankfurt, Jerman.

Loading...