Koreksi Dolar AS dan Naiknya Harga Komoditas Jadi Penyokong Laju Rupiah

Rupiah pada Rabu (20/4) ini diramal masih mampu bertahan di zona hijau. Sejumlah faktor eksternal, seperti penguatan komoditas dan masih terkoreksinya indeks dolar AS, akan menyokong laju mata uang Garuda sepanjang perdagangan .

Menurut laporan Bloomberg Index, nilai tukar rupiah pada hari ini dibuka 23 poin atau 0,18% ke Rp13.113 per dolar AS. Lalu, mata uang Garuda kembali 6 poin atau 0,04% ke level Rp13.130 per dolar AS pada pukul 08.10 WIB.

“Rupiah masih akan melanjutkan tren penguatan,” papar Kepala Riset NH Korindo Securities , Reza Priyambada. “Hal itu imbas kenaikan harga sejumlah komoditas seiring belum adanya tanda-tanda dari untuk menaikkan tingkat suku bunga acuan.”

Senada, Ekonom Bank Central Asia, David Sumual, mengungkapkan bahwa belum ada signifikan yang memengaruhi pergerakan rupiah. “Penguatan rupiah masih karena faktor eksternal, yaitu melemahnya dolar AS. Laju dolar AS cenderung tertahan usai inflasi AS bulan Maret berada di bawah proyeksi,” jelas David.

“Sementara dari dalam negeri, investor asing masih menunjukkan kepercayaan, terbukti dengan terus masuknya aliran dana asing ke obligasi ,” sambungnya. “Rupiah hari ini akan menguat di kisaran Rp13.100 per dolar AS hingga Rp13.200 per dolar AS.”

Sementara itu, Analis PT Esandar Arthamas Berjangka, Tonny Mariano, menambahkan bahwa rupiah cenderung stabil sejak The Fed mulai ragu menaikkan tingkat suku bunga. “Rupiah akan menguat di kisaran Rp13.100 per dolar AS hingga Rp13.160 per dolar AS,” tebak Tonny.

Pada perdagangan Selasa (19/4) kemarin, mata uang Garuda mampu ditutup menguat 34 poin atau 0,26% ke Rp13.136 per dolar AS. Turunnya indeks dolar AS dan kembali naiknya harga dunia menjadi penyokong laju rupiah.

Loading...