Konsumsi Ikan Meningkat, Illegal Fishing Marak di Asia-Pasifik

memprediksi bahwa pada tahun 2025, laut di wilayah Asia dan Oceania (di luar Jepang, Australia, dan Selandia Baru) akan meningkat sebesar 12 persen. Meningkatnya ikan tersebut membuat ikan laut semakin tinggi. Dampaknya, illegal fishing pun semakin merajalela, terutama di perairan Asia-Pasifik.

Menurut terbaru dari Pacific Islands Forum Fisheries Agency, penangkapan ikan ilegal di wilayah ini jika dihitung dalam skala industri mencapai 338.475 ton tuna, atau setara 740.000.000 dolar AS setahun. Peningkatan ilegal fishing di Australia menjadi salah satu yang signifikan dengan 20 kapal asing ilegal yang ditangkap selama tahun fiskal 2015 yang berakhir Juni, demikian laporan Australian Fisheries Management Authority.

Pada bulan lalu, tiga nelayan Cina juga dikabarkan tewas dalam suatu kebakaran kapal di dekat perairan Selatan. Menurut laporan setempat, polisi maritim Selatan melemparkan granat ke perahu nelayan tersebut setelah mereka mengabaikan peringatan. Polisi mengatakan kapal itu diduga illegal fishing.

Negeri Ginseng pada awal Oktober lalu mengatakan akan menggunakan kekuatan yang lebih besar dalam menangani kapal nelayan China yang memancing secara ilegal di perairan mereka, termasuk menembak. Baru-baru ini, telah memanggil Duta Besar China usai insiden kapal penjaga dihantam kapal nelayan China yang diduga memancing secara ilegal.

Illegal fishing, bagaimanapun memiliki potensi yang dapat merusak hubungan diplomatik antara negara-negara di kawasan Asia-Pasifik. Presiden Japan Fisheries Research and Education Agency, Masanori Miyahara, mengatakan bahwa ekonomi bergantung pada laut dan negara-negara perlu menyadari bahwa persaingan di sepanjang garis pantai sedang menuju gejolak.

“Untuk negara-negara kecil seperti di Pasifik Selatan, illegal fishing dengan hanya satu perahu asing dapat menyebabkan ketidakpercayaan terhadap negara,” katanya. “Sementara, satu insiden penangkapan ikan ilegal antara dua negara besar bisa memicu pembicaraan diplomatik tingkat tinggi.”

Loading...