Konsumsi di Asia Naik, Harga Kopi Capai Level Tertinggi 2 Tahun

Harga Kopi - www.mketours.comHarga Kopi - www.mketours.com

TOKYO – biji kopi di diperkirakan akan mengalami peningkatan tajam, mencapai level tertinggi dua tahun, karena pemasok terbesar, Brasil dan Vietnam, diprediksi akan memangkas mereka hingga akhir September 2020 mendatang sehingga stok otomatis berkurang. Di sisi lain, permintaan kopi di pasar Asia dan justru terus melonjak.

Menurut Departemen Pertanian , dilansir Nikkei, konsumsi kopi di Indonesia akan naik 54%, di Vietnam akan naik 14%, dan di akan meningkat 16% dalam periode lima tahun hingga akhir September 2020. Rantai kopi populer Tiongkok, Luckin Coffee, bahkan telah meningkatkan jumlah total toko pada akhir September 2019 menjadi 3.680 unit, mengalami kenaikan 209,5% dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, sebagai salah satu produsen terbesar, Brasil diperkirakan ‘hanya’ menghasilkan 58 juta kantong kopi 60 kg pada tahun ini hingga September 2020, turun 2% dari Juni dan 10% dari periode yang sama tahun lalu. Pasalnya, negara bagian Minas Gerais, penghasil kopi terbesar di Brasil, mengalami kekeringan parah. “Hanya ada sekitar 60% curah hujan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,” kata seorang juru bicara di dealer kopi Jepang, Ajinomoto AGF.

Negara produsen lainnya pun tidak jauh berbeda. Menurut Shiro Ozawa, penasihat pedagang kopi di Wataru and Co. yang berbasis di Tokyo, ekspor kopi Vietnam turun 15% dari tahun lalu dalam sebelas bulan pertama 2019. Sementara, di Honduras, produsen kopi terbesar keenam di dunia, output diperkirakan turun 7% pada tahun ini hingga akhir September 2020, juga karena kekeringan.

Meski demikian, konsumsi kopi tetap solid di kawasan Asia. Departemen Pertanian AS memperkirakan bahwa konsumsi kopi global akan melonjak 14% pada tahun ini hingga akhir September 2020 mendatang, dibandingkan lima tahun yang lalu. Mengingat pertumbuhan pendapatan dan westernisasi kebiasaan diet di negara-negara berkembang, konsumsi kopi tidak mungkin melambat, memicu kekhawatiran atas pasokan global biji kopi.

Harga biji kopi internasional sebagian besar memang tetap di bawah 100 sen per pon selama setahun terakhir, dan sempat meluncur ke level 80 sen per pon pada awal musim semi. Untuk saat ini, lonjakan harga biji kopi juga tidak mungkin mencapai kantong konsumen, dengan pemasok mengatakan bahwa harga mereka lindung nilai beberapa waktu lalu. “Harga biji kopi di toko-toko tidak mungkin naik karena kami memutuskan untuk membeli biji beberapa tahun yang lalu,” tutur juru bicara Tully’s Coffee Japan.

Tren kenaikan harga kopi, apakah masih berlanjut atau tidak, juga dipengaruhi nilai tukar mata uang negara produsen. Satu AS sekarang dapat membeli sekitar 4 real Brasil, setelah mata uang itu mencapai rekor terendah di level 4,26 pada November kemarin. Menurut Ozawa, karena biji kopi diperdagangkan dalam AS, maka pelemahan mata uang akan membatasi kenaikan harga kopi.

Loading...