Konsep Full Day School Baru Diterapkan Segelintir Sekolah Negeri

full day school (FDS) yang dicetuskan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, ternyata masih belum banyak diterapkan oleh -sekolah negeri. yang masih menjadi kontroversi tersebut malah sudah banyak diterapkan oleh sekolah-sekolah yang dikelola oleh pihak .

Di Batam, baru ada tiga sekolah negeri di tersebut yang menerapkan full day school, yaitu SDN 006, SMPN 6, dan SMPN 26 Batam. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Batam, Bidin, penerapan konsep full day school ini masih belum bisa diterapkan secara menyeluruh karena sebagian orang tua mengeluh dan tidak ingin sekolah memberlakukan full day school.

“Kemarin, ada keluhan dari orang tua terkait FDS ini karena setibanya di , anak-anak tidak punya kegiatan sebab semua pekerjaan sudah tuntas di sekolah,” jelas Muslim. “Selain itu, tidak semua orang tua yang memiliki waktu untuk mengantarkan makan siang bagi anak-anak mereka.”

Meski masih banyak keluhan, ditambahkan Muslim, pihaknya akan tetap menerapkan konsep full day school selama pihak sekolah mampu dan memenuhi segala persyaratan untuk belajar mengajar satu shift ini. “Meski ada keluhan dari orang tua, tetapi kami tetap menerapkan FDS karena sesuai dengan arahan Kemendikbud,” tandasnya.

Kondisi yang sama terjadi di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Di wilayah tersebut, konsep full day school masih belum diterapkan di sekolah negeri, meski sudah diluncurkan sejak awal Desember 2016. Tetapi, sejumlah sekolah swasta sejak lama telah menerapkan konsep belajar mengajar selama delapan jam, seperti yang dikelola Muhammadiyah, Cordova, Bunga Bangsa, dan sekolah yang dikelola pondok pesantren.

“Full day school sebenarnya cocok diterapkan di Samarinda karena sebagian warganya bekerja sebagai pegawai, sehingga pulangnya bersamaan dengan siswa, yaitu pukul 16.00 WITA,” papar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Asli Nuryadin. “Ketika orang tua pulang jam 4 sore, mereka bisa langsung menjemput anak-anaknya di sekolah.”

Loading...