Tertekan Konflik AS-Iran, Rupiah Berakhir Melemah

Rupiah melemahRupiah melemah pada perdagangan Senin (6/1) sore - bisnis.com

JAKARTA – praktis tidak memiliki kekuatan untuk berbalik ke area hijau pada Senin (6/1) sore ketika cenderung mencari aset yang aman di tengah konflik -Iran yang semakin memanas. Menurut catatan Index pada pukul 15.59 WIB, Garuda ditutup melemah 14 poin atau 0,10% ke level Rp13.944 per .

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.961 per AS, terdepresiasi 62 poin atau 0,44% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.899 per AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berdaya melawan greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,33% menghampiri rupee India.

Bloomberg melaporkan, rupee India memimpin pelemahan mayoritas mata uang Benua Kuning karena aset risiko cenderung dihindari seiring dengan eskalasi tensi geopolitik antara AS dan Iran. Serangan AS pekan lalu, yang menewaskan jenderal Iran, sontak membuat komoditas minyak melonjak. Seperti diketahui, Iran adalah pemasok minyak terbesar ketiga untuk India.

Menurut Harish Agarwal, pedagang yang berbasis di Mumbai di FirstRand Bank Ltd., lonjakan harga minyak adalah alasan utama yang membebani semua kelas aset. Sementara, Saktiandi Supaat, kepala valuta asing di Malayan Banking Bhd., Singapura, menuturkan bahwa ketidakpastian geopolitik tetap bertahan dan spekulasi atas risiko eskalasi dalam konflik militer tidak membantu sentimen.

Pelaku pasar saat ini memang mengarahkan bidikan mereka ke aset yang lebih aman, dikarenakan hubungan AS dan Iran yang makin memanas. AS, yang menuding Iran sebagai dalang serangan terhadap pangkalan mereka di Irak, balik melancarkan serangan udara. Serangan tersebut menewaskan Jenderal Pasukan Elit Iran, Qassim Soleimani, bersama dengan wakil komandan milisi Iran atau Popular Mobilization Forces (PMF).

Di sisi lain, indeks dolar AS berusaha mengembalikan kekuatan pada hari Senin, setelah data manufaktur AS dilaporkan mengalami penurunan menjadi 47,2 di bulan Desember 2019, dari 48,1 pada bulan sebelumnya, paling lemah dalam satu dekade terakhir. Mata uang Paman Sam terpantau menguat tipis 0,013 poin atau 0,01% ke level 96,851 pada pukul 15.21 WIB.

Loading...