Konferensi Pers Trump Mengecewakan, Rupiah Berakhir Naik 38 Poin

Konferensi pers pertama oleh Presiden AS terpilih, Donald Trump, yang minim detail rencana stimulus kebijakan ekonominya telah mengecewakan pasar sehingga memicu pelemahan AS. Imbasnya, menurut laporan Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, rupiah mampu menutup Kamis (12/1) ini dengan penguatan sebesar 38 poin atau 0,29% ke level Rp13.281 per dolar AS.

Penguatan mata uang Garuda sudah terjadi sejak awal dagang dengan melonjak 56 poin atau 0,42% ke posisi Rp13.263 per dolar AS. Istirahat siang, rupiah kembali 23 poin atau 0,17% ke Rp13.296 per dolar AS. Menjelang penutupan atau pukul 15.38 WIB, spot masih bertahan di zona positif usai naik 44 poin atau 0,33% ke Rp13.275 per dolar AS.

Seperti diberitakan Bloomberg hari ini, konferensi pertama oleh Presiden AS terpilih, Donald Trump, telah memicu volatilitas terhadap pasar finansial AS sekaligus mendorong minat terhadap aset safe haven. Saham perusahaan memimpin pelemahan pada bursa saham AS akibat komentar Trump yang menyebutkan dirinya akan memaksa industri tersebut melakukan penawaran demi kepentingan .

Namun, di saat yang sama, Trump tidak memberikan detail atas waktu dan cakupan rencana kebijakannya, mulai hingga perjanjian perdagangan. Hal tersebut langsung membuat laju dolar AS melempem. “Dolar langsung melemah pasca-konferensi pers Trump, yang memberikan sangat sedikit informasi mengenai dan kebijakan,” ujar Senior Foreign-Exchange Trader di Silicon Valley Bank, Minh Trang.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.288 per dolar AS, terapresiasi 39 poin atau 0,29% dibandingkan perdagangan kemarin di level Rp13.327 per dolar AS. Di saat yang sama, pergerakan mayoritas mata uang Asia menguat terhadap dolar AS, dengan penguatan paling tajam dialami Korea Selatan sebesar 1,32%, disusul Jepang 0,86%, dan dolar Taiwan yang naik 0,62%.

Loading...