Kondisi Politik Jerman Angkat Dolar, Rupiah Melemah di Awal Dagang

harus membuka Selasa (21/11) ini di zona merah setelah indeks AS kembali naik imbas ketidakpastian kondisi politik di Jerman. Seperti dilaporkan Index, mata uang Garuda mengawali hari ini dengan 5 poin atau 0,04% ke level Rp13.534 per dolar AS. Sebelumnya, spot ditutup menguat tipis 2 poin atau 0,01% di posisi Rp13.529 per dolar AS pada akhir dagang Senin (20/11) kemarin.

Pecahnya perundingan untuk membentuk koalisi di Jerman menimbulkan pertanyaan tentang masa depan dengan terbesar di Benua Biru tersebut. Ketidakpastian tersebut membuat pergerakan euro tertekan sekaligus mengangkat kembali nilai tukar dolar AS, sehingga mengurangi daya tarik komoditas, terutama mentah.

Tercatat, penguatan greenback membuat minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember ditutup melemah 0,46 poin atau 0,8% di posisi 56,09 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara, minyak jenis Brent untuk kontrak Januari berakhir turun 0,50 poin ke level 62,22 dolar AS per barel di ICE Futures Europe Exchange.

“Gejala politik di Jerman membantu menguatkan dolar AS, yang cenderung menekan harga minyak dunia,” kata kepala analis pasar Confluence Investment Management, Bill O’Grady. “Secara politis, di seluruh dunia ada banyak hal terjadi. Ada banyak pasokan (minyak) di luar sana dan satu-satunya yang menjaga pasar saat ini adalah kesepakatan OPEC.”

Sementara itu, dari dalam negeri, belum ada agenda ekonomi yang mampu mengatrol nilai tukar rupiah untuk kembali ke zona hijau. Sebaliknya, permintaan atas dolar AS justru diprediksi akan semakin meningkat pada awal Desember nanti, yang di antaranya untuk membayar utang, persiapan sekolah, atau liburan ke luar negeri.

“Besok (hari ini), rupiah berpotensi melemah karena periode permintaan dan pembelian dolar AS masih ada, terlebih pada awal Desember,” ujar Ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih. “Meski demikian, pelemahan yang dialami mata uang Garuda tidak terlalu dalam, yaitu berada di rentang Rp13.530 hingga Rp13.540 per dolar AS.”

Loading...