Kondisi Ekonomi Lebanon Tak Menentu, Banyak Pejuang Hizbullah Ingin Pindah ke Jerman

Ekonomi Lebanon - www.youthpower.org

di Lebanon kini kabarnya semakin tak menentu, apalagi karena Lebanon khawatir jika Arab Saudi benar-benar akan melakukan blokade terhadap Lebanon jika tuntutannya tak terpenuhi. Hizbullah, kelompok yang didukung Iran yang merupakan kekuatan politik utama Lebanon dan bagian dari koalisi berkuasa diminta untuk berhenti mencampuri konflik regional, khususnya Yaman.

Kondisi para pejuang Hizbullah sendiri kini juga semakin tidak menentu. Beberapa pejuang Hizbullah bahkan ada yang memutuskan untuk berhenti menjadi pejuang dan menjalani profesi lain sebagai sopir Uber. “Kami lelah setelah bertempur di Suriah dan Irak selama bertahun-tahun,” kata Ali, mantan pejuang Hizbullah yang kini menjadi driver Uber, seperti dilansir DW.

Lebih dari 1.000 pejuang Hizbullah dinyatakan tewas dalam perang Suriah. Menurut Ali, meningkatnya korban tewas dan kelelahan dengan perang antar pejuang kemungkinan adalah alasan mengapa Kepala Hizbullah, Sheikh Hassan Nasrallah melakukan pengekangan.

Terlepas dari segala perjuangan Hizbullah, kesengsaraan Ali yang dialami orang Lebanon lainnya yang berusia 30 tahun hampir sama. Mereka mengeluhkan sulitnya mendapat peluang kerja di negaranya sendiri. “Saya seorang insinyur, tapi saya terpaksa mengendarai taksi. Masalah terbesar di Lebanon adalah . Di mana kita bekerja?” akunya.

di Lebanon didasarkan pada pengiriman uang oleh warganya di luar negeri yang bersedia mengirim uang ke negara asalnya karena mata uang Lebanon, pound dipatok menguat terhadap dolar AS. Karena Lebanon bukanlah negara pengekspor atau , maka kapasitas untuk menghasilkan lapangan kerja di sana pun terbatas.

Ali mengungkapkan bahwa ia tak bisa terus menunggu ekonomi Lebanon untuk membaik. Oleh sebab itu pria yang lancar berbahasa Arab dan Prancis ini bersama 12 insinyur lainnya rela membayar uang sekolah hingga USD 1.200 untuk belajar Jerman. Ali berencana untuk pergi ke Jerman untuk mendapatkan lapangan pekerjaan. Ali dan ratusan warga Lebanon lainnya kabarnya ingin pindah ke Jerman untuk kehidupan yang lebih baik.

Loading...