Komentar Fed Tekan Dolar, Rupiah Hijau di Akhir Pekan

Rupiah - market.bisnis.comRupiah - market.bisnis.com

JAKARTA – Rupiah mampu bertahan di teritori hijau pada Jumat (19/7) sore, ketika indeks AS berusaha bergerak stabil setelah tertekan komentar pejabat terkait penurunan suku bunga acuan. Berdasarkan data Bloomberg Index pada pukul 15.58 WIB, Garuda menguat 22 poin atau 0,16% ke level Rp13.938 per AS.

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan berada di posisi Rp13.913 per dolar AS, menguat 63 poin atau 0,45% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.976 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang sanggup mengungguli , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,5% menghampiri won Korea Selatan.

Dari , indeks dolar AS mencoba bertahan di zona hijau, setelah sejumlah pejabat Federal Reserve dikabarkan mendukung ekspektasi penurunan suku bunga agresif untuk mengatasi tekanan yang melemah. Mata uang Paman Sam terpantau hanya menguat tipis 0,096 poin atau 0,1% ke level 96,890 pada pukul 12.53 WIB.

Diberitakan Reuters, dalam konferensi bank sentral pada hari Kamis (18/7) waktu setempat, Presiden Fed New York, John Williams, mengusulkan untuk mengambil langkah-langkah pencegahan guna menghindari masalah dengan inflasi dan suku bunga yang terlalu rendah. Seorang perwakilan Fed New York kemudian mengatakan, komentar Williams bersifat akademis dan bukan tentang arah kebijakan langsung.

Meski demikian, sudah telanjur menanggapi pernyataannya bersama dengan komentar terpisah dari Wakil Ketua Fed, Richard Clarida, sebagai sinyal dovish lain dari bank sentral AS, yang bisa membuka jalan bagi penurunan suku bunga lebih agresif pada akhir bulan ini. Spekulasi peluang penurunan suku bunga The Fed sebesar 50 basis poin sempat mencapai 70%, sebelum akhirnya berkurang menjadi sekitar 40%.

“Komentar Williams secara mengejutkan terdengar dovish,” ujar kepala strategi di Sumitomo Mitsui Bank, Daisuke Uno. “The Fed New York memang berusaha keras untuk mengubah pesan tersebut, tetapi tampaknya tidak ada yang melakukan hal serupa untuk Richard Clarida, yang juga mengatakan hal yang sangat mirip.”

Loading...