Kisruh Yunani, Mayoritas Mata Uang Asia Melemah

Rupiah Turun Dolar NaikPosisi terhadap dolar Serikat makin bergerak mundur sejak dibuka pada awal pekan pagi ini (29/6). Hal ini merupakan efek dari reaksi penutupan bursa efek dan kondisi . Berdasarkan pantauan Bloomberg, sempat menguat sedikit ke level Rp13.301 per Dolar Amerika dari posisi sebelumnya di penutupan akhir opekan lalu pada level Rp 13.308 per Dolar Amerika.

Pergerakan positif ini ternyata hanya berlangsung singkat, karena Rupiah langsung terjun 0,20% ke posisi Rp 13.334 per (tercatat pukul 08.05 WIB). 5 menit kemudian tepat pada pukul 08.10 WIB, Rupiah makin tertekan ke level Rp13.368 per (melemah 0,45%). Tepat pada pukul 09.19WIB hampir semua mata uang Asean kompak memerah, termasuk Rupiah. Rupiah melemah 0,32% ke level Rp13.350 per USD.Hal ini juga dipengaruhi oleh posisi Yunani yang makin tertekan. Sementara, mata uang lainnya seperti Dolar melemah 0,26%, peso Filipina melemah 0,31%, Ringgit Malaysia melemah 0,43%, dan Thailand melemah 0,26%.

Melemahnya mata uang asia akibat kisruh Yunani ini memunculkan komentar dari Rangga Cipta, Ekonom Samuel Sewkuritas . “Kisruh utang Yunani diperkirakan memengaruhi pasar Asia pagi ini termasuk Rupiah. (Apalagi) Inflasi Juni yang akan datang lusa diperkirakan naik hingga 7,4-7,5%, sehingga berpeluang menambah sentimen negatif bagi Rupiah. “ ujarnya pagi ini. Hingga memasuki masa Jeda siang, Rupiah diketahui melemah sejauh 0,36% ke level Rp 13.356 per Dolar Amerika.

Loading...