Kerja Paruh Waktu, Mahasiswa Asing ‘Selamatkan’ Kesenjangan SDM di Jepang

Tenaga Kerja di Jepang - dunia.rmol.coTenaga Kerja di Jepang - dunia.rmol.co

TOKYO – Meski memiliki yang terbilang , Jepang sayangnya tidak didukung dengan sumber daya manusia yang mencukupi. Karena itu, tidak mengherankan jika kemudian Negeri Sakura sering merekrut asing untuk menjalankan dan di tersebut, termasuk atau pelajar asing yang bekerja paruh waktu, yang dianggap membantu menyambungkan kesenjangan di sana.

Seperti dilansir dari Nikkei, di bawah undang-undang negara, mahasiswa asing diperbolehkan untuk mengambil pekerjaan apa pun selama mereka tidak bekerja selama lebih dari 28 jam dalam seminggu, yang menjadikan mereka bagian yang penting dari angkatan kerja. Lawson, jaringan toko serba ada terbesar kedua di Jepang misalnya, mempekerjakan sekitar 10 ribu orang asing, sebagian besar mahasiswa, sebagai pekerja paruh waktu.

Para pekerja paruh waktu ini bertugas untuk membuat minuman, termasuk kopi, teh, dan cokelat panas, menyiapkan makanan, dan menangani pengiriman parcel. Toko itu sendiri berharap untuk mempekerjakan lebih banyak di tahun-tahun mendatang. “Peran mereka akan tumbuh karena wisatawan asing diharapkan meningkat menuju Olimpiade 2020,” kata Manajer SDM di Lawson, Hiroyuki Chiba.

Untuk siswa sekolah bahasa, Lawson menawarkan fleksibilitas untuk bekerja antar-kelas serta kesempatan untuk menggunakan bahasa Jepang. Lawson sendiri telah bermitra dengan sekolah-sekolah bahasa untuk merekrut siswa seperti Zhang Rui Jun, pelajar 21 tahun dari Qingdao, Tiongkok. “Orang tua saya membayar untuk pendidikan saya, tetapi saya sudah dewasa dan tidak bisa terus hidup dari mereka,” kata Zhang.

Zhang sendiri, yang seorang penggemar anime Jepang, mengatakan dia ingin melanjutkan ke perguruan tinggi dan mendapatkan pekerjaan di perusahaan film Jepang. Pembatasan visa memang mengatur bahwa orang asing yang bersekolah di sekolah bahasa hanya dapat tinggal di negara itu selama dua tahun. Jika mereka ingin tinggal lebih lama, mereka harus melanjutkan ke perguruan tinggi atau sekolah teknik.

untuk mahasiswa asing tidak terbatas pada industri ritel. Gusto, jaringan restoran keluarga, mempekerjakan sekitar 600 mahasiswa asing, sementara perusahaan pengiriman parcel, Yamato Transport, menggunakan siswa untuk memilah paket di pusat distribusi. Sayangnya, Yamato menolak mengatakan berapa banyak siswa yang dipekerjakan atau memberikan rincian lainnya.

Memang, ada pekerjaan dengan gaji lebih baik, tetapi mereka seringkali membutuhkan jam kerja yang tidak bersahabat atau melakukan pekerjaan pabrik yang monoton, yang menawarkan sedikit interaksi manusia. Mereka yang mengambil job seperti itu dapat menghabiskan sepanjang malam untuk bekerja dan melewatkan kelas pada siang hari.

Loading...