Kenaikan Harga Minyak Sokong Penguatan Rupiah di Awal Dagang

Rupiah diprediksi masih dapat melanjutkan tren positif pada perdagangan Selasa (27/9) ini. Kembali naiknya harga minyak mentah dunia serta indeks dolar yang masih dalam tren negatif menjadi katalis positif bagi mata uang Garuda.

Seperti dilaporkan Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan 11 poin atau 0,08% ke level Rp13.030 per dolar AS. Kemudian, pada pukul 08.39 WIB, spot lanjut 15 poin atau 0,11% ke posisi Rp13.026 per dolar AS.

“Rupiah berpeluang menguat pada hari ini melihat penguatan harga minyak dunia serta pelemahan indeks dolar AS,” jelas Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Meski begitu, harga minyak memang masih sangat fluktuatif jelang pertemuan OPEC pada pekan ini. Namun, terlepas dari faktor fundamental, saat ini harapan pembatasan produksi masih menjadi isu sentral.”

Harga minyak dunia pada Selasa ini memang meroket hingga 3% karena produsen terbesar di dunia berkumpul di Aljazair untuk membahas cara-cara mendukung harga. Minyak kontrak November naik cukup tinggi sebesar 3,3% ke level 45,93 dolar AS per barel. Sementara, minyak jenis pengiriman November juga melonjak 3,2% menjadi 47,35 dolar AS per barel.

Di sisi lain, laju dolar AS cenderung bergerak variatif terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah, jelang debat calon Presiden AS. The greenback terpantau ditutup melemah 0,18 poin atau 0,19% ke level 95,297 pada perdagangan Senin (26/9) malam atau Selasa pagi WIB. Pelaku tampaknya cenderung hati-hati di tengah kondisi politik AS yang belum menentu.

“Rupiah memang mampu memanfaatkan sentimen yang ada untuk bergerak menguat,” kata Kepala NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada. “Jika mampu break resistance, rupiah kembali berpeluang untuk mencoba menembus area Rp13.000 per dolar AS.”

Berdasarkan polling, yang saat ini masih menunjukkan keunggulan Hillary Clinton, akan sangat memengaruhi pergerakan keuangan global. Malam nanti juga ditunggu consumer confidence index AS yang diramalkan memburuk.

Loading...