Kemungkinan Naiknya Fed Fund Rate Meningkat, Rupiah Kembali Tak Berdaya

Kurs RupiahFrom : //riaubook.com/

Jakarta melemah 0,10 persen atau 13 poin ke level Rp 13.046 per di awal hari ini, Jumat (28/10). Sebelumnya, Kamis (27/10) berakhir melemah 29 poin atau 0,22 persen ke Rp 13.033 per AS usai diperdagangkan sekitar Rp 13.007 hingga Rp 13.055 per AS.

“Rupiah (masih) di kisaran 13.000. Di kisaran normal. BI selalu jaga area 13.000. Neraca perdagangan dijaga supaya tetap sehat,” ujar Analis Recapital Securities, Kiswoyo.

Rupiah tak berdaya di tengah menguatnya indeks dolar AS akibat tingginya spekulasi terkait kenaikan suku bunga acuan The Fed pada Desember. Dilansir dari Bloomberg, kemungkinan kenaikan Fed Fund Rate bulan Desember meningkat jadi 73 persen, menjelang pertemuan The Fed pada 1-2 November depan.

Di samping itu, Ekonom Bank Central Asia, David Sumual menjelaskan bahwa lemahnya uang yen Jepang terhadap dolar AS turut mempengaruhi pergerakan rupiah. Bursa saham global yang melemah seharusnya juga turut menggerus dolar.

Namun dolar AS rupanya terdorong oleh spekulasi kenaikan Fed Rate. Sementara dari dalam negeri pengesahan RAPBN 2017 memberikan sentimen yang cukup positif. Meski demikian muncul dampak negatif akibat Standard & Poor’s belum mau menaikkan rating Indonesia.

Nilai tukar rupiah ke depannya akan banyak terpengaruh data pesanan barang tahan lama oleh dan data pengangguran di Amerika Serikat. Usai pelonggaran kebijakan moneter BI RR rate, fokus kini beralih pada inflasi Oktober 2016, pertumbuhan PDB, serta CAD di kuartal III/2016 yang datang pada awal November 2016.

“Pertumbuhan PDB kuartal III/2016 yang melambat di tengah ketidakpastian global bisa meminta koreksi atas nilai aset berdenominasi rupiah sehingga berpeluang juga memicu pelemahan rupiah terhadap dolar,” ujar Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta.

Loading...