Kemenangan Donald Trump Gerus Pasar Negara Berkembang

Singapura – Kemenangan Donald dalam pemilihan telah memukul Meksiko, lira Turki, dan pasar berkembang lainnya.

Setelah jelas siapa AS berikutnya, melepas US Treasury untuk -saham yang mungkin memperoleh keuntungan dari kebijakan Trump memotong pajak dan akan berbelanja infrastruktur. Akibatnya, hasil pada perbandingan Treasury 10 tahun melonjak dan mengundang dan yang ditanam di pasar negara berkembang kembali ke AS.

Sedangkan The Fed mengisyaratkan bahwa kemungkinan akan menaikkan suku bunga pada bulan Desember. Jika tidak, laju modal dari pasar negara berkembang ke AS akan semakin cepat.

Sejak pilpres, peso Meksiko telah terdepresiasi 11% terhadap dolar AS. Investor khawatir jika Trump mewujudkan kampanye untuk melakukan Perjanjian Ulang Perdagangan Bebas Amerika Utara, maka tarif mobil dan ekspor Meksiko ke AS akan semakin tinggi.

Sedangkan real Brasil anjlok 6% terhadap dolar dan ringgit dipukul melemah 5%. Pada Jumat Dow Jones Industrial Average berakhir naik 3% dibandingkan penutupan pada (8/11) berkat hasil uang yang disimpan di imbal hasil lebih tinggi pasar negara berkembang. MSCI Emerging Markets Index kehilangan 4% selama periode yang sama.

Sementara itu negara-negara dengan fundamental ekonomi yang lemah menderita tiga hal, yakni jatuhnya harga saham, mata uang lemah, dan harga obligasi lebih rendah. Di Indonesia diganggu oleh defisit fiskal, harga saham telah jatuh 5% sejak sebelum pemilu, dan hasil obligasi patokan 10 tahun mencapai hampir 8% dari 7,225% pada (8/11).

Malaysia dengan utang pemerintah dan rumah tangga yang menggunung juga melihat investor asing memindahkan obligasi dari negara tersebut. Menurut Institute of International Finance, lebih dari $ 10 miliar telah meninggalkan pasar negara berkembang sejak pemilu. CIMB Group Holdings memperkirakan ringgit Malaysia yang kini diperdagangkan 4,4 terhadap dolar AS kemungkinan akan melemah menjadi 4,8 dalam 6 bulan mendatang.

Loading...